*Khusus rubrikasi berlangganan
REGULASI | KLINIK MINERBA E-MAGAZINE | FOKUS TAMBANG Sign in

Warning: getimagesize(news/attachements/4thgolfturnamen.swf) [function.getimagesize]: failed to open stream: No such file or directory in /home/majalaht/public_html/attachments-events.php on line 18

Alternative content

Get Adobe Flash player


Warning: getimagesize(news/attachements/kiss_balilinkrevisi.swf) [function.getimagesize]: failed to open stream: No such file or directory in /home/majalaht/public_html/attachments-events.php on line 18

Alternative content

Get Adobe Flash player

Alternative content

Get Adobe Flash player

TAMBANG, 15 Oktober 2009 | 18.44
Tarung Ulang Di Arena Berbeda

Andy Hadianto

Abraham Lagaligo & Egenius Soda
abraham@tambang.co.id, egen@tambang.co.id

Tiga pemda dan Multicapital berjuang keras mendapatkan 31% saham PT Newmont Nusa Tenggara. Departemen Keuangan dan Antam mengirim Tim ke Batu Hijau. Sama-sama ngotot kuasai saham Batu Hijau.

Siang itu, Selasa, 9 Juni 2009, ditemani seorang pengusaha nasional asal Sumbawa, Kabag Humas dan Protokol Biro Umum Setda Nusa Tenggara Barat (NTB), Andy Hadianto, mendatangi kantor Kementerian Sekretaris Negara (Setneg), Jl Veteran 17-18, Jakarta Pusat. Niatnya menemui M. Hatta Rajasa guna menyampaikan surat dari Gubernur NTB, Bupati Sumbawa Barat, dan Bupati Sumbawa, kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Isi surat bernomor 575/286/Ekon itu cukup jelas, yakni permohon agar 21% sisa saham divestasi PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) jatah tahun 2008, 2009, dan 2010, juga diberikan kepada Pemerintah Daerah (Pemda). Surat yang sama ditembuskan juga kepada Menko Perekonomian, Menteri Keuangan, Menteri ESDM, Menteri Dalam Negeri, Menteri Negara BUMN, dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Sayangnya, Hatta siang itu tidak ada di tempat. Surat itu lantas dititipkan kepada Sekretaris Mensetneg. Andy kemudian kembali ke Mataram untuk menyiapkan ”beauty contest” pemilihan rekanan pemda, untuk pembelian 10% saham divestasi PT NNT 2006 dan 2007. Menurut Kepala Dinas Pertambangan dan Energi NTB, Heryadi Rachmat, beauty contest itu di-setting dengan sangat hati-hati sejak awal Mei.

Penyusunan kriteria, syarat-syarat, dan penilaian beauty contest itu melibatkan Tim Kecil, yang terdiri dari enam Guru Besar dan Doktor dari Universitas Mataram (Unram). Mereka adalah pakar-pakar divestasi, ekonom, dan ahli hukum. Sebelum pendaftaran beauty contest dibuka, tiga Pemda NTB, Sumbawa, dan Sumbawa Barat, lebih dulu membentuk perusahaan patungan PT Daerah Maju Bersaing (DMB), dengan Andy Hadianto sebagai Direktur Utama.

Beauty contest pun digelar sejak akhir Juni itu, berlangsung sekitar dua minggu sejak pendaftaran, penyampaian berkas, dan presentasi, dipimpin oleh Andy. Sampai Selasa, 6 Juli 2009, masih ada beberapa perusahaan yang melakukan presentasi. Pengumuman pemenang pada Selasa, 7 Juli 2009 pun sempat tertunda karena ada peserta yang belum melengkapi berkas. Sampai akhirnya pada Jumat, 10 Juli 2009, PT Multicapital, anak perusahaan Bakrie Capital Indonesia, ditunjuk sebagai pemenang.

Sejak saat itu, secara resmi PT Multicapital bergandengan dengan PT DMB melakukan proses pembelian 10% saham divestasi PT NNT 2006 dan 2007. Semenjak itu pula, langkah pemda bersama Multicapital terlihat semakin agresif. Tidak hanya untuk 10% saham divestasi 2006 dan 2007, tapi untuk 31% saham divestasi PT NNT sampai 2010. Hal itu ditegaskan secara langsung oleh Gubernur NTB, Tuan Guru Haji M. Zainul Majdi, di hadapan Menteri ESDM dan wartawan, Senin, 13 Juli 2009.

Gubernur dan jajarannya juga memperjuangkan perpanjangan izin pinjam pakai PT NNT atas lahan hutan lindung, lewat Rapat Rancangan Peraturan Daerah (Perda) tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) di Departemen Kehutanan (Dephut), Kamis, 30 Juli 2009. Pada hari yang sama, PT DMB juga tanda tangan kontrak joint venture dengan Multicapital sehingga lahirlah PT Multi Daerah Bersaing (MDB). Esoknya, Andy dan petinggi Multicapital mengurus surat-surat pendirian PT DMB serta PT MDB di Departemen Hukum dan HAM.

Sepak terjang Pemda dengan dukungan mitranya PT. Multicapital tidak berhenti di situ, berbagai lobi tingkat tinggi juga dilakukan. Kamis, 6 Agustus 2009, Pemda melobi wakil rakyat di Komisi VII lewat Rapat Dengar Pendapat (RDP). Kepada wakil rakyat, Gubernur NTB menjelaskan dampak positif yang lebih besar bagi kemakmuran rakyat NTB, bila Pemerintah Pusat memberikan saham 14% (2008 dan 2009) juga 7% (2010) kepada Pemda.

Andy Hadianto pun menandaskan hal yang sama. ”Kita berharap yang 14% diberikan ke daerah. Kalau tidak kenapa dulu pemerintah memberikan yang 10%? Padahal jiwanya adalah menasionalisasikan dan tujuannya demi kemaslahatan masyarakat,” ungkapnya. Dia menegaskan, Pemda bertekad menguasai saham PT NNT hingga 51% agar bisa mengendalikan operasional perusahan. ”Kalau terpecah-pecah sama saja akan menjadi kecil dan tidak berpengaruh,” tambahnya.

Sikap ngotot pemda ini bisa dimaklumi, karena mereka sudah terikat kontrak dengan mitranya Multicapital, anak perusahaan Group Bakrie. Dalam salah satu klausul kontrak pembentukan joint venture pendirian PT MDB, disebutkan Pihak I (DMB/Pemda) wajib melakukan upaya-upaya terbaik untuk mendukung agar perusahaan patungan bisa membeli saham divestasi Newmont sampai jumlah 31%. Sedangkan salah satu kewajiban Pihak II (Multicapital) adalah menyediakan dana pembelian saham divestasi tersebut.

Namun keinginan pemda dan mitranya Multicapital ini mendapat saingan dari Kementerian BUMN, yang dari jauh-jauh hari juga menyatakan berminat. Kementerian yang dipimpin Sofyan Djalil ini menggadang PT Aneka Tambang,Tbk (Antam), salah satu badan usaha milik negara (BUMN) pertambangan dengan fokus bisnis tambang mineral. Sofyan bekerjasama dengan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani, yang menugaskan Pusat Investasi Pemerintah (PIP) untuk mengkaji kemungkinan Pemerintah Pusat membeli saham divestasi Newmont.

(Selengkapnya di Majalah TAMBANG Edisi Cetak Volume 3 No. 39/Agustus 2009)

icon
Berita Lain
15 Oktober 2009 | 18.44
Lelang WK Migas Reguler Sepi Peminat
15 Oktober 2009 | 18.44
Menanti Asa dari Manggala
15 Oktober 2009 | 18.44
Berebut Saham Batu Hijau
15 Oktober 2009 | 18.44
SRI-KEHATI Hijaukan Bursa