*Khusus rubrikasi berlangganan
REGULASI | KLINIK MINERBA E-MAGAZINE | FOKUS TAMBANG Sign in
REGULASI | KLINIK MINERBA E-MAGAZINE | FOKUS TAMBANG Sign in
Warning: getimagesize(news/attachements/4thgolfturnamenrevisi.swf) [function.getimagesize]: failed to open stream: No such file or directory in /home/majalaht/public_html/attachments-events.php on line 18
Warning: getimagesize(news/attachements/kiss_balilinkrevisi.swf) [function.getimagesize]: failed to open stream: No such file or directory in /home/majalaht/public_html/attachments-events.php on line 18
Alternative content

TAMBANG, 05 September 2012 | 07.02
Lelang WK Migas Reguler Sepi Peminat
Ditengah upaya Pemerintah meningkatkan produksi minyak dan gas (migas) ternyata lelang Wilayah Kerja (WK) Migas malah sepih peminat. Hal ini terlihat pada pengumuman hasil lelang reguler WK Migas tahap I tahun 2012, periode 28 Maret-26 Juli 2012 dan penawaran langsung WK Migas non konvensional periode 4 Juni-19 Juli 2012. Pada pengumuman lelang WK Migas konvensional, dari lima WK yang ditawarkan hanya ada satu WK yang diminati. Sementara untuk WK migas non konvensional dari 5 yang ditawarkan ada 4 WK yang dapat ditentukan pemenangnya.
“Hanya ada satu WK yang diminati dari lima WK yang ditawarkan Pemerintah kepada calon investor,”jelas Evita di Jakarta, 5 September 2012.
Menurut Evita minimnya minat perusahaan pada tawaran lelang reguler Migas konvensional disebabkan oleh dua hal pertama karena calon investor belum yakin dengan data yang disampaikan Pemerintah dan juga terkait waktu yang disediakan bagi investor yang dirasa terlalu singkat.
“Selama ini calon investor diberi waktu 4 bulan setelah penawaran untuk memutuskan sikap. Mungkin mereka tidak terlalu yakin dengan data yang ada dan waktu 4 bulan yang dirasa terlalu singkat untuk bisa memutuskan,”jelas Evita di Jakarta, 5 September 2012.
Berangkat dari hal tersebut, Pemerintah menurut Evita sedang mempertimbangkan untuk memberi tambahan waktu bagi investor. “Ini ada permintaan agar mereka lebih yakin maka diminta tambahan waktu. Itu yang akan kami pertimbangkan apakah untuk yang reguler ini diberi tambahan agar investor lebih yakin,”jelas Evita.
Bagi Pemerintah minimnya respon calon investor ini juga menjadi bahan introspeksi bagi Pemerintah khusus terkait data yang bisa memenuhi kebutuhan investor. “Ini juga menjadi bahan introspeksi bagi Pemerintah. Bisa saja menurut Pemerintah data yang disediakan sudah cukup tetapi ternyata tidak demikian oleh pihak pengusaha atau calon investor,”kata Evita. Pemerintah juga akan mempermudah investor untuk mengakses data.
Pemerintah juga ke depan akan semakin berhati-hati dalam menentukan pemenang lelang . Hal ini terkait masukan dan juga pengalaman selama ini dimana masih ada Pemenang lelang WK ternyata tidak mampu mengerjakan sesuai jadwal yang ditetapkan.
“Karena ternyata ada yang kemudian tidak memenuhi komitmen tiga tahun pertama khusus bagi penawaran langsung sehingga kali ini kita lebih berhati-hati. Untuk periode ini dari lima WK ada satu yang tidak kita kabulkan,”tandas Evita.
Yang dilihat disini adalah kemauan dan komitmen perusahaan yang mengajukan penawaran. “Ke depan akan kita lakukan seperti itu, akan lebih hati-hati dan lebih strik. Selama ini memang sudah demikian meski kadang kita masih percaya pada pengusaha. Tetapi dengan pengalaman yang ada kita akhirnya memilih untuk lebih berhati-hati,”kata Evita yang dilihat diantaranya keuangan, pengalaman, komitmen dan risetnya logis atau tidak.
Lelang WK Migas Reguler Sepi Peminat
Ditengah upaya Pemerintah meningkatkan produksi minyak dan gas (migas) ternyata lelang Wilayah Kerja (WK) Migas malah sepih peminat. Hal ini terlihat pada pengumuman hasil lelang reguler WK Migas tahap I tahun 2012, periode 28 Maret-26 Juli 2012 dan penawaran langsung WK Migas non konvensional periode 4 Juni-19 Juli 2012. Pada pengumuman lelang WK Migas konvensional, dari lima WK yang ditawarkan hanya ada satu WK yang diminati. Sementara untuk WK migas non konvensional dari 5 yang ditawarkan ada 4 WK yang dapat ditentukan pemenangnya.
“Hanya ada satu WK yang diminati dari lima WK yang ditawarkan Pemerintah kepada calon investor,”jelas Evita di Jakarta, 5 September 2012.
Menurut Evita minimnya minat perusahaan pada tawaran lelang reguler Migas konvensional disebabkan oleh dua hal pertama karena calon investor belum yakin dengan data yang disampaikan Pemerintah dan juga terkait waktu yang disediakan bagi investor yang dirasa terlalu singkat.
“Selama ini calon investor diberi waktu 4 bulan setelah penawaran untuk memutuskan sikap. Mungkin mereka tidak terlalu yakin dengan data yang ada dan waktu 4 bulan yang dirasa terlalu singkat untuk bisa memutuskan,”jelas Evita di Jakarta, 5 September 2012.
Berangkat dari hal tersebut, Pemerintah menurut Evita sedang mempertimbangkan untuk memberi tambahan waktu bagi investor. “Ini ada permintaan agar mereka lebih yakin maka diminta tambahan waktu. Itu yang akan kami pertimbangkan apakah untuk yang reguler ini diberi tambahan agar investor lebih yakin,”jelas Evita.
Bagi Pemerintah minimnya respon calon investor ini juga menjadi bahan introspeksi bagi Pemerintah khusus terkait data yang bisa memenuhi kebutuhan investor. “Ini juga menjadi bahan introspeksi bagi Pemerintah. Bisa saja menurut Pemerintah data yang disediakan sudah cukup tetapi ternyata tidak demikian oleh pihak pengusaha atau calon investor,”kata Evita. Pemerintah juga akan mempermudah investor untuk mengakses data.
Pemerintah juga ke depan akan semakin berhati-hati dalam menentukan pemenang lelang . Hal ini terkait masukan dan juga pengalaman selama ini dimana masih ada Pemenang lelang WK ternyata tidak mampu mengerjakan sesuai jadwal yang ditetapkan.
“Karena ternyata ada yang kemudian tidak memenuhi komitmen tiga tahun pertama khusus bagi penawaran langsung sehingga kali ini kita lebih berhati-hati. Untuk periode ini dari lima WK ada satu yang tidak kita kabulkan,”tandas Evita.
Yang dilihat disini adalah kemauan dan komitmen perusahaan yang mengajukan penawaran. “Ke depan akan kita lakukan seperti itu, akan lebih hati-hati dan lebih strik. Selama ini memang sudah demikian meski kadang kita masih percaya pada pengusaha. Tetapi dengan pengalaman yang ada kita akhirnya memilih untuk lebih berhati-hati,”kata Evita yang dilihat diantaranya keuangan, pengalaman, komitmen dan risetnya logis atau tidak.

(0) komentar
Berita Lain





