*Khusus rubrikasi berlangganan
REGULASI | KLINIK MINERBA E-MAGAZINE | FOKUS TAMBANG Sign in
TAMBANG, 27 April 2009 | 13.27
Bayan Operasikan Pabrik Peningkatan Mutu Batubara

Eddie Chin Direktur Utama & CEO
Bayan Resources (kedua dari kanan).

Egenius Soda
egen@tambang.co.id

Jakarta-TAMBANG. PT.Bayan Resources Tbk.(BYAN)), salah satu perusahaan tambang batubara di Indonesia mengumumkan tentang telah siapnya Pabrik Modular Peningkatan Mutu batubara bersih berkapasitas satu juta Ton Per Tahun (1MTPA) di tambang Tabang, Kalimantan Timur. Proyek ini dikerjakan PT. Kaltim Supacoal yang merupakan perusahaan patungan Bayan dengan White Energy Company.

“Pabrik tersebut menggunakan teknologi eksklusif peningkatan mutu batubara bersih Binderless Coal Briquetting (“BCB”) milik White Energy,” tandas Eddie Chin, Direktur Utama dan CEO Bayan dalam rilis yang diterima Majalah TAMBANG, Senin, 27 April 2009.

Penggunaan teknologi ini sejalan dengan komitmen Bayan untuk menggunakan teknologi maju, agar lebih kompetitif ke depan. Tahap konstruksi sudah selesai dan selanjutnya digabungkan dengan sifat modular dari rancangan pabrik.

Pihak Bayan sendiri yakin bahwa pengembangan pabrik di masa yang akan datang di tambang Tabang, akan dengan mudah terlaksana sesuai rencana guna mencapai target produksi.

“Proses pemasangan berjalan lancar dan diharapakan mulai berproduksi secara diakhir semester kedua 2009 dan disaat bersamaan perdagangan ekspor batubara BCB yang ramah lingkungan akan terlaksana," urai Eddie.

Dengan peningkatan mutu ini, Bayan dapat mengoptimalisasikan rentang harga yang ada antara energi rendah, high moisture sub-bituminous coals, dan higher energy value bituminous coals.

Bahkan perkiraan rata-rata biaya produksi batubara BCB yang mutunya telah ditingkatkan, akan lebih rendah dari biaya penambangan mayoritas penghasil batubara termal global. Ini yang menempatkan PT. Kaltim Supacoal sebagai penghasil batubara termal global berbiaya rendah.

Selain itu ada nilai tambah lain yakni transportasi, penanganan, pembakaran dan sisa limbah lebih baik dibandingkan dengan batubara termal bituminus tradisional.

Dari hasil tes di pabrik contoh, teknologi peningkatan mutu batubara BCB tersebut bersih. Selain itu pabrik tersebut akan menghasilkan batubara Tabang milik Bayan dari sub-bituminus berkalori rendah GAR 4,200 Kcal/kg menjadi GAR 6,100 Kcal/kg dengan kandungan belerang rendah 0,2% dan kandungan abu 3% yang tetap terjaga.

Eddie memperkirakan batubara yang mutunya ditingkatkan akan dipasarkan dengan harga yang sama atau harga premium seperti batubara termal konvensional berkalori tinggi, karena mengandung energi yang sama, lebih ramah lingkungan dan karakteristik penanganan yang umum. Untuk jangka panjang diharapkan akan ada peningkatan harga.

Sementara untuk pembiayaan, Bayan dan White Energy telah memulai diskusi forma dengan beberapa bank eksternal untuk menegosiasi fasilitas pinjaman untuk membantu pembangunan pabrik pabrik baru dalam waktu dekat.

icon