*Khusus rubrikasi berlangganan
REGULASI | KLINIK MINERBA E-MAGAZINE | FOKUS TAMBANG Sign in
TAMBANG, 05 Mei 2010 | 21.36
Total Cadangan Bauksit Antam Di Kalbar Meningkat

Tato Miraza

Abraham Lagaligo
abraham@tambang.co.id

Jakarta – TAMBANG. Total estimasi cadangan bauksit PT Aneka Tambang Tbk (Antam) di Kalimantan Barat (Kalbar) meningkat 47%, menjadi 104,5 juta wmt pada 2009. Peningkatan ini sebagian besar dipicu oleh klasifikasi sebagian sumber daya pada Munggu Pasir menjadi cadangan, karena telah selesainya kegiatan mine design. Selain itu, kegiatan infill intensif serta test pitting terutama di lokasi Tayan, juga menjadi faktor pendorong meningkatnya estimasi cadangan tersebut.

Seperti diungkapkan Direktur Pengembangan Antam, Tato Miraza, seiring dengan habisnya cadangan bauksit di Kijang, Pulau Bintan, Kepulauan Riau, Antam melanjutkan upaya-upaya untuk meningkatkan cadangan bauksit di Kalbar.

Hal ini guna mendukung kegiatan kegiatan penambangan di Tayan, serta persiapan proyek CGA (Chemical Grade Alumina) dan SGA (Smelter Grade Alumina) Antam di Kalbar. “Ke depan Antam terus mengurangi ekspor bijih bauksit, dan beralih mengekspor bauksit olahan dalam bentuk CGA dan SGA,” jelas Tato kepada Majalah TAMBANG di Jakarta, akhir April 2010 lalu.

Pada September 2009 lalu, tercatat total cadangan bauksit Antam di Kalbar baru mencapai 100 juta wmt. Jumlah itu meningkat 47% atau menjadi 104,5 juta wmt pada akhir 2009, setelah selesainya kegiatan mine design.

Selama ini Antam mengeruk cadangan bauksit di tambang Kijang, denan tujuan ekspor bijih ke China dan Jepang. Tambang yang telah dioperasikan Antam sejak 1959, telah berakhir pada penghujung 2009 lalu, seiring dengan habisnya cadangan bauksit.

Saat ini, Antam telah memulai kegiata pasca ambang di Kijang, termasuk menyediakan dana untuk rehabilitasi dan reklamasi areal bekas tambang. Selain di Tayan, Antam juga melakukan penambangan bijih bauksit di Mempawah, Kalbar.

icon