*Khusus rubrikasi berlangganan
REGULASI | KLINIK MINERBA E-MAGAZINE | FOKUS TAMBANG Sign in
TAMBANG, 31 Mei 2011 | 21.59
Weatherford Buka Workshop Migas Terbesar Di Indonesia

Abraham Lagaligo
abraham@tambang.co.id

Jakarta – TAMBANG. Jika tidak aral melintang, pada Rabu, 8 Juni 2011 mendatang, PT Weatherford Indonesia akan meresmikan workshop (pergudangan, red) alat dan jasa penunjang operasi minyak dan gas bumi (migas) terbesar Indonesia.

Bangunan yang berlokasi di Narogong, Bekasi, Jawa Barat itu, berdiri di atas lahan seluas empat hektar. Setelah itu, perusahaan jasa penunjang migas ini, juga akan membuka fasilitas workshop-nya yang kedua di Balikpapan, Kalimantan Timur, pada 2013.

Hal ini diungkapkan Strategic Account Manager Weatherford Indonesia, Rully Nasrullah, di Jakarta, Selasa, 31 Mei 2011. Menurutnya, pembukaan workshop baru ini, bagian dari komitmen Weatherford untuk meningkatkan pelayanan jasa penunjang migas di Tanah Air.

Business Systems Manager Weatherford Indonesia, Ferdy Surya Handojo menuturkan, besarnya lahan workshop di Bekasi, bukan mimpi utama Weatherford. Namun lahan seluas itu dibutuhkan, guna menjamin kualitas pelayanan, dan safety yang andal dalam setiap pelayanan.

Meski demikian, ia mengakui workshop yang dibangun di Bekasi, dua sampai tiga kali lebih besar dari workshop Weatherford sebelumnya, di Cawang, Jakarta Timur. “Memang untuk mendukung pertumbuhan usaha yang semakin tinggi, kami membutuhkan workshop yang lebih luas,” ujarnya.

Rully pun mengungkapkan, beberapa workshop Weatherford yang ada sekarang, juga berada di dekat lokasi kerjanya. Yakni di Duri, Riau, untuk melayani pekerjaan dari Chevron, workshop di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, untuk proyek CBM (Coal Bed Methane) ExxonMobil, dan di Batam.

Rully menjelaskan, bisnis jasa penunjang migas di Indonesia cukup menjanjikan, sekaligus menantang. Tantangannya adalah, setiap tender pengadaan alat dan jasa untuk menunjang operasi migas di Indonesia, mensyaratkan biaya yang serendah-rendahnya untuk menang.

Weatherford yang mengutamakan kualitas dan standar safety tinggi, kerap kewalahan menghadapi kompetitornya, yang berani mengajukan biaya serendah mungkin dalam tender. Padahal alat yang disuplai bermutu rendah, dan jasa yang diberikan kurang maksimal.

“Kita dihadapkan pada situasi, yang menuntut penyesuaian antara harga, dan upaya menjaga standar quality dan safety,” jelasnya. Namun sejauh ini, Weatherford optimis tetap menjadi pilihan, karena mampu mensuplai teknologi tinggi yang tidak dimiliki para kompetitornya.

icon