*Khusus rubrikasi berlangganan
REGULASI | KLINIK MINERBA E-MAGAZINE | FOKUS TAMBANG Sign in
TAMBANG, 02 November 2011 | 15.48
Kepmen DMO Mineral Paling Lambat Selesai Di Akhir 2011

Thamrin Sihite

Saifudin
saifudin@tambang.co.id

Jakarta – TAMBANG. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Thamrin Sihite menargetkan di akhir 2011 keputusan Menteri (Kepmen) tentang Domestic Market Obligation (DMO) Mineral akan diterbitkan. Aturan sendiri masih terkait dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan nilai tambah di dalam negeri atas produk pertambangan dan mineral. Saat ini, aturan terkait DMO Mineral ini masih dalam tahap pembicaraan internal di tubuh Ditjen Minerba.

“Kebijakannya (Kepmen DMO Mineral-red) mudah-mudahan tahun ini selesai. Saat ini kita masih melihat material balance-nya, artinya kita harus tahu dulu produksi (mineral)-nya berapa untuk memenuhi kebutuhan pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) yang akan masuk ke Indonesia,” ucapnya di sela Pameran Produksi Dalam Negeri Pendukung Usaha Pertambangan, di Jakarta, Rabu 2 November 2011.

Thamrin mengatakan aturan DMO Mineral ini akan diberlakukan secara bertahap yang disesuaikan dengan ketersediaan smelter untuk masing-masing jenis mineral. Menurut Thamrin, saat ini baru beberapa jenis mineral yang sudah memiliki smelter di Indonesia seperti Nikel, Tembaga, dan Emas.

“Mekanismenya kalau mineral itu sudah ada smelternya di sini, maka aturan DMO itu harus dipenuhi. Makanya sekarang kita undang investor untuk coba bangun smelter di sini. Begitu dia bangun kita pun harus pastikan bahwa material itu ada,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Pembinaan Pengusahaan Batubara Edi Prasodjo menyampaikan aturan DMO ini akan berbeda untuk masing-masing mineral. Namun berapa persen perbedaannya, masih dalam pembahasan. “Kita sekarang masih dalam pembahasan, hitung-hitungannya kita akan mencontoh dari yang sudah terlaksana di batubara,” katanya.

Menurut Edi, untuk menentukan berapa besar DMO Mineral harus dilihat tidak hanya dari sisi pemasok tapi juga demand-nya. “Agar pembahasan ini efektif, kita pun akan panggil stakeholdernya, baik supplier maupun pihak yang membutuhkan. Jadi kita akan ketemukan,” pungkasnya.

icon