*Khusus rubrikasi berlangganan
REGULASI | KLINIK MINERBA E-MAGAZINE | FOKUS TAMBANG Sign in
TAMBANG, 03 November 2011 | 16.00
Berau Coal Mulai Konstruksi Di Tambang Parapatan – Binungan

Operasi penambangan PT Berau Coal
(ilustrasi)

Abraham Lagaligo
abraham@tambang.co.id

Tanjung Redeb–TAMBANG. Setelah melalui proses perencanaan yang panjang, PT Berau Coal memulai pekerjaan konstruksi tambangnya di blok 1 site Binungan, atau yang lebih dikenal dengan Parapatan, September 2011. Studi kelayakan dan perencanaan pengelolaan serta desain pembangunan pasca-tambang seluas 900 hektar di blok 1 tersebut direncakan PT Berau Coal sejak 2004.

Seperti diungkapkan Manager Public Relation Berau Coal, Bintoro Prabowo dalam rilisnya Kamis, 3 November 2011, blok penambangan ini merupakan bagian dari wilayah Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) generasi pertama PT Berau Coal.

Arealnya meliputi tiga kampung/kelurahan, Sei Bedungun, Gunung Panjang dan Rantau Panjang, wilayah kecamatan Sambaliung dan kecamatan Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Seperti diketahui, di Kabupaten Berau saat ini Berau Coal mengaktifkan ketiga site-nya, yakni Lati, Binungan dan Sambarata.

Menjawab kepentingan masyarakat sekitar, kata Bintoro, proses pembebasan lahan di Blok 1 Binungan-Parapatan sama dengan proses yang berjalan di beberapa site Berau Coal lainnya. Yakni mengikuti aturan dan legal yang berlaku.

Karena letaknya di pinggir ibukota kabupaten Tanjung Redeb, desain reklamasi di blok Parapatan ini disesuaikan dengan kebutuhan pengembangan wilayah setempat. Merujuk Peraturan Daerah Kabupaten Berau No. 3/2004, tentang penetapan Pemda Berau bahwa sekitaran Parapatan ditetapkan sebagai kawasan pengembangan kota.

Di kawasan ini, lanjutnya, Berau Coal berinovasi pada program reklamasinya. Kelak setelah ditambang, area ini menjadi bagian dari pengembangan Kota Tanjung Redeb. Sebagai satu kawasan pemukiman dan bisnis yang hijau, aman dan nyaman, diselarasakan dengan dengan lingkungan (ecocity).

Kelak, wilayah Parapatan tak akan menjadi wilayah eksklusif, melainkan masyarakat umum juga punya hak yang sama untuk memilikinya. Tentu dengan skema yang disepakati semua pihak. Tahap awal pembangunan seiring dengan penambangan, rencananya dimulai tahun depan berupa pembangunan perkantoran PT Berau Coal dan fasilitas mess karwayan.

Kemudian dilanjutkan pada fasilitas umum dan Balai Latihan Kerja yang sudah direncanakan pula bersama Pemda Berau. Kerjasama operasi dilakukan di wilayah ini bersama Yayasan Purna Bhakti Praja Battiwakal, Pemda Berau.

Seperti di tiga site yang selama ini berlangsung, kebijakan operasional di Parapatan menuruti kaidah operasional yang mengutamakan Keselamatan, kesehatan kerja dan pelestarian lingkungan PT Berau Coal.

“Tentu, penggunaan tekonologi dan metodologi penambangan di wilayah ini disesuaikan dengan kondisi lapangan, memperhatikan kepentingan kenyamanan masyarakat, dan keselamatan lainnya,” jelas Bintoro.

PT Berau Coal berdiri memulai usaha penambangannya pada April 1983, setelah memperoleh PKP2B pada lahan seluas 118.400 hektar. Produksi batubaranya dimulai tahun 1993. Setelah berhasil mencapai target produksi tahun lalu sebesar 17,3 juta ton, tahun ini Berau Coal mematok target produksi 2011 sebesar 20,3 juta ton.

Bukaan lahan tambangnya kini seluas 6.550 Ha. Lahan yang telah direklamasi 4.360 Ha dan direvegetasi 2.268 Ha (per laporan triwulan III – 2011). Di bidang pengelolaan lingkungan, ketiga site Berau Coal juga mendapatkan Penghargaan Proper Hijau dari Gubernur Kalimantan Timur untuk operasional tambang Binungan, Lati dan Sambarata.

Dari Kementerian Lingkungan Hidup, Berau Coal juga menyabet Proper Hijau untuk site Binungan, dan Proper Biru untuk site Lati dan sambarata.

icon