*Khusus rubrikasi berlangganan
REGULASI | KLINIK MINERBA E-MAGAZINE | FOKUS TAMBANG Sign in
TAMBANG, 25 November 2011 | 14.51
Sumber Daya Pasir Kuarsa Di Indonesia Mencapai 18 Miliar Ton

pasir kuarsa

Abraham Lagaligo
abraham@majalahtabang.com

Jakarta – TAMBANG. Indonesia seharusnya bisa menjadi produsen barang-barang keramik yang besar di dunia. Pasalnya wilayah Nusantara ternyata sangat kaya akan pasir kuarsa, yang merupakan bahan baku utama industri keramik.

Peneliti dari Pusat Sumber Daya Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kusdarto mengungkapkan, sumber daya pasir kuarsa Indonesia mencapai 18 miliar ton, yang tersebar di 22 provinsi.

Sayangnya, meski sudah banyak dieksploitasi, namun hasil-hasil penambangan pasir kuarsa belum dicatat dengan baik, sebagai penerimaan negara maupun daerah. Maklum, pasir kuarsa selama ini digolongkan sebagai bahan galian Golongan C, yang tidak dikelola secara serius oleh pemerintah.

Barang tambang lain yang masuk Golongan C (menurut Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1967) diantaranya adalah zeolit, zirkon, bentonit, kaolin, dan batu gamping. Setelah terbitnya Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (UU Minerba), barulah pengelolaan barang-barang tambang ini diatur dengan lebih baik.

Menurut pasal 34 ayat (2) UU Minerba, juncto Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Minerba, pasir kuarsa, zeolit, zirkon, bentonit, kaolin, dan batu gamping, digolongkan dalam mineral non logam.

“Kita tidak sadar kalau tiap hari hidup bersama pasir kuarsa. Mulai dari lantai rumah, closed dan bak kamar mandi, cermin rias dan kaca-kaca rumah, guci-guci hiasan rumah, dan sebagainya, semuanya berbahan baku utama pasir kuarsa,” jelas Kusdarto.

Pasir kuarsa sendiri tersebar di Provinsi Bangka Belitung, Banten, Jabar, Jateng, Jatim, Kalbar, Kalsel, Kalteng, Kaltim, Kepulauan Riau, Lampung, Aceh, NTB, NTT, Papua, Papua Barat, Riau, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, dan Sumut. Total sumber dayanya pada 2010 sebesar 18.053.082.000 ton.

“Terbesar pasir kuarsa terdapat di Kalimantan Timur sebesar 1 miliar ton, Riau sebanyak 3,3 miliar ton, Sumatera Barat mencapai 8 miliar ton, dan di Sumatera Utara sebesar 1,4 miliar ton,” jelas Kusdarto dalam Workshop Pengelolaan Mineral Industri di Jakarta, Jumat, 25 November 2011.

Ke depan, ujarnya, diharapkan pemerintah daerah menata kembali potensi mineral non logamnya, sehingga memberikan manfaat optimal bagi pembangunan.

Karena selama ini pengelolaan mineral non logam cenderung dikerjakan penambang tradisional bahkan ilegal, sehingga tidak banyak berkontribusi pada kemajuan ekonomi daerah.

icon