*Khusus rubrikasi berlangganan
REGULASI | KLINIK MINERBA E-MAGAZINE | FOKUS TAMBANG Sign in
TAMBANG, 10 Februari 2012 | 16.33
Permen Nilai Tambah Mineral Diterbitkan

Smelting Gresik (ilustrasi)

Alamsyah Pua Saba
alam@tambang.co.id


Jakarta-TAMBANG- Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) mengeluarkan Peraturan Menteri (Permen) nomor 07 tahun 2012 tentang peningkatan nilai tambah mineral dan larangan ekspor produk-produk pertambangan jenis tertentu dalam kondisi mentah (Raw Material).

Dalam situs resmi Kementrian ESDM disebutkan, permen yang menegaskan pengolahan dan pemurnian hasil tambang tersebut merupakan turunan dari Peraturan Pemerintah nomor 23 tahun 2010, tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara.

Dalam Permen ESDM ini, disebutkan setiap jenis komoditas tambang mineral logam tertentu wajib diolah dan/ atau dimurnikan sesuai dengan batasan minimum pengolahan dan/atau pemurnian. Begitu pula dengan Setiap jenis komoditas tambang mineral bukan logam tertentu juga wajib diolah sesuai dengan batasan minimum pengolahan dan Setiap jenis komoditas tambang batuan tertentu wajib diolah sesuai dengan batasan minimum pengolahan.

Pengolahan dan/ atau pemurnian untuk setiap jenis komoditas tambang mineral tertentu dilakukan berdasarkan beberapa pertimbangan yakni, Memiliki sumber daya dan cadangan bijih dalam jumlah besar, kemudian mendorong peningkatan kapasitas produksi logam dalam negeri, lalu adanya teknologi pengolahan dan atau pemurnian yang sudah melalui tahap uji selanjutnya produk akhir dari pengolahan atau pemurnian tersebut dipakai sebagai bahan baku industri untuk kebutuhan dalam negeri.

Pertimbangan lainnnya, produk akhir sampingan hasil pengolahan dan/ atau pemurnian dipakai untuk bahan baku industri kimia dan pupuk dalam negeri, kemudian dipakai juga sebagai bahan baku industri strategis dalam negeri yang berbasis mineral, mampu memberikan efek ganda baik secara ekonomi dan negara serta terakhir mampu meningkatkan penerimaan negara.

Selanjutnya, produk samping atau sisa hasil pengolahan dan/atau pemurnian baik komoditas tambang mineral logam tembaga, timah, logam timbal dan seng berupa emas dan perak wajib dilakukan pengolahan dan/ atau pemurnian di dalam negeri sesuai dengan batasan minimum pengolahan dan/ atau pemurnian komoditas tambang mineral logam.

Pun demikian dengan produk samping atau sisa hasil pengolahan dan/atau pemumian komoditas tambang mineral logam pasir besi berupa terak. Seluruh produk samping atau sisa hasil pengolahan komoditas tambang mineral bukan logam yang masih mengandung unsur atau mineral logam yang bernilai ekonomis wajib dilakukan pengolahan di dalam negeri sesuai dengan batasan minimum pengolahan dan/ atau pemurnian komoditas tambang mineral logam

Komoditas tambang mineral logam termasuk produk samping/ sisa hasil/ mineral ikutan, mineral bukan logam, dan batuan tertentu yang dijual ke luar negeri wajib memenuhi batasan minimum pengolahan dan/ atau pemurnian komoditas tambang mineral tertentu.

Bagi pemegang IUP Operasi Produksi, IUPK Operasi Produksi atau Pemegang IUP Operasi Produksi khusus untuk pengolahan dan/atau pemurnian serta Pemegang IUP Operasi Produksi khusus untuk pengangkutan dan penjualan yang melakukan pelanggaran terhadap ketentuan yang sudah ditetapkan Menteri ESDM ini, akan dikenai sanksi administratif yang diberikan oleh Menteri, Gubernur, atau Bupati/Walikota sesuai dengan kewenangannya.

Kewenangan itu berupa peringatan tertulis, penghentian sementara kegiatan pengolahan atau pemurnian atau kegiatan pengangkutan dan penjualan atau berupa pencabutan IUP Operasi Produksi, IUP Operasi Produksi khusus untuk pengolahan dan/ atau pemurnian, atau IUP Operasi Produksi khusus untuk pengangkutan dan penjualan.


Berikut Jenis komoditas tambang mineral logam dan bukan logam tertentu dan batuan yang wajib dilakukan pengolahan dan atau pemurnian:

I. bijih:
a. tembaga;
b. emas;
c. perak
d. timah;
e. timbal dan seng;
f. kromium;
g. molibdenum;
h. platinum group metal;
i. bauksit;
J. bijih besi;
k. pasir besi;
1. nikel danl atau kobalt;
m. mangan; dan
n. antimon.

II. Jenis komoditas tambang mineral bukan logam tertentu:
a. kalsit (batu kapur/gamping);
b. feldspar;
c. kaolin;
d. bentonit;
e. zeolit;
f. silika (pasir kuarsa);
g. zirkon; dan
h. intan.

III. Jenis komoditas tambang batuan tertentu :
a. toseki;
b. marmer;
c. onik;
d. perlit;
e. slate (batu sabak);
f. granit;
g. granodiori t;
h. gabro;
1. peridotit;
J. basalt;
k. opal;
l. kalsedon;
m. chert (rijang);
n. jasper;
o. krisoprase;
p. garnet;
q. giok;
r. agat; dan
s. topas.

icon
Berita Lain
10 Februari 2012 | 16.33
Batu Bara: Investor Risau Hadapi Pasar
10 Februari 2012 | 16.33
Simalakama Kapur Rembang
10 Februari 2012 | 16.33
Tata Kelola Ekspor Harus Lebih Baik
10 Februari 2012 | 16.33
Gedung Kementerian ESDM Terbakar