*Khusus rubrikasi berlangganan
REGULASI | KLINIK MINERBA E-MAGAZINE | FOKUS TAMBANG Sign in
TAMBANG, 11 April 2012 | 18.39
INALUM Tingkatkan Kapasitas Produksi Peleburan Bauksit

Emmy Yuhassarie

Subkhan AS
subkhan@tambang.co.id

Jakarta-TAMBANG. PT. Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) saat ini sedang mempersiapkan diri untuk meningkatkan kapasitas produksi peleburan bauksit dari 225 ribu metric ton pertahun menjadi 450 ribu metric ton pertahun.

President Commissioner PT. Inalum, Emmy Yuhassarie mengatakan, hal ini dilakukan guna mendukung industri hilir pertambangan bauksit di Indonesia. Mengingat tingginya potensi konsumsi aluminium di kawasan Asia, dimana di Indonesia sendiri permintaan terhadap almunium primer meningkat 5,6% menjadi 47.236 metrik ton.

“Artinya kalau perusahaan tambang bauksit mengekspor dalam bentuk aluminium maka akan lebih menguntungkan daripada mengekspor raw material. Karena itu, kami meningkatkan kapasitas pabrik pengolahan untuk perusahaan tambang bauksit di Indonesia,” jelas Emmy di Jakarta, Rabu 11 April 2012.

Emmy pun menyayangkan apabila Indonesia hanya mampu mengekspor bauksit saja tanpa mengubahnya terlebih dahulu menjadi almunium yang memiliki nilai tambah tinggi.

Sebab itu, Emmy berharap kedepan PT. Inalum dapat bekerjasama dengan perusahaan tambang penghasil bauksit untuk mengubahnya menjadi aluminium atau alumina, secara terintegrasi.

Malaysia dan India, misalnya kini sudah siap untuk menjemput momentum ini dengan menyiapkan smelter bertenaga hidro yang akan beroperasi dalam waktu dekat. Tentu saja, lanjut Emmy, jika Indonesia tidak dapat menjemput momentum meningkatnya kebutuhan aluminium, maka Indonesia pun akan tertinggal.

Akibatnya, Indonesia akan bergantung pada pasokan aluminium Malaysia, artinya lagi-lagi Indonesia harus mengimpor aluminium untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Lebih lanjut, Emmy mengungkapkan, kedepan PT Inalum akan dimiliki 100% oleh Indonesia, sebab menjelang akhir 2011 lalu, pemerintah telah memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak kerjasama dengan Negara Jepang, yang selama lebih dari 30 tahun 60% sahamnya dikuasai Jepang.

Sebab itu, langkah peningkatan kapasitas produksi peleburan bauksit sedang disiapkan saat ini dalam mengembangkan binis setelah masa berlaku kontrak kerjasama dengan Jepang habis di 2013.

“Momentum diserahterimakannya PT. Inalum ke Indonesia pada 2013 mendatang, merupakan saat yang tepat untuk menyusun rencana kerja jangka panjang perusahaan, tentunya dengan menyusun strategi industry kedepan,” pungkasnya.

PT Inalum adalah perusahaan peleburan aluminium patungan Indonesia dan Jepang yang dibangun sejak tahun 1970-an.

icon