*Khusus rubrikasi berlangganan
REGULASI | KLINIK MINERBA E-MAGAZINE | FOKUS TAMBANG Sign in
REGULASI | KLINIK MINERBA E-MAGAZINE | FOKUS TAMBANG Sign in
Warning: getimagesize(news/attachements/4thgolfturnamen.swf) [function.getimagesize]: failed to open stream: No such file or directory in /home/majalaht/public_html/attachments-events.php on line 18
Warning: getimagesize(news/attachements/kiss_balilinkrevisi.swf) [function.getimagesize]: failed to open stream: No such file or directory in /home/majalaht/public_html/attachments-events.php on line 18
Alternative content

TAMBANG, 23 April 2012 | 11.31
Negara Rugi US$ 2,2 Per Tahun Dari Lapangan Duri
Heriyono
heriyono@tambang.co.id
Jakarta-TAMBANG. Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumir (BPH Migas) Qoyum Tjandranegara mengungkapkan bahwa kerugian yang dialami pemerintah mencapai US$ 2,2 miliar per tahun dari ladang minyak Duri di Riau.
Ladang minyak itu dioperasikan PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) sejak 1950-an. Saat ini, produksi minyak di lapangan Duri mencapai sekitar 460 ribu barel per hari (bph).
“Kerugian negara disebabkan karena lifting minyak Duri menggunakan gas bumi, yang berdampak pada kerugian negara,” kata Qoyum, dalam makalahnya tajuk 'Ekspor Gas Bumi & Lifting Minyak Dengan Gas Bumi Berakibat Negara Kehilangan Devisa', seperti dikutip, hari ini.
Menurut Qoyum, semula untuk menghasilkan lifting minyak mentah di Duri sebesar 400 ribu bph dibutuhkan minyak sebanyak 60 ribu bph untuk bahan bakar pembuat steam (uap air) yang digunakan untuk mengangkat minyak Duri.
“Sekarang, untuk menambah lifting minyak sebesar 60 ribu bph, di mana produksinya mencapai 460 ribu bph, maka bahan bakarnya diganti dengan gas bumi sebesar 360 mmscfd,” jelas dia.
Qoyum menjelaskan, jika harga minyak mentah sekitar US$ 110 per barel disamakan dengan gas bumi, maka harga gas bumi adalah US$ 17,4 per mmbtu.
“Maka, harga bahan bakar minyak (BBM)-nya adalah US$ 1,4 dikalikan US$ 110 per barel sama dengan US$ 154 per bph. Akibatnya, negara rugi sebesar US$ 44 dikalikan 60 ribu bph dikalikan lagi dengan 365 hari menjadi US$ 964 juta per tahun,” ungkapnya.
Dia menambahkan, kerugian negara US$ 964 juta per tahun itu belum berhenti. “Kalau harga gas yang dibayar Chevron hanya US$ 8 per mmbtu, maka pemerintah akan ada tambahan kerugian sebesar US$ 1,235 miliar per tahun,” katanya.
Total, lanjut Qoyum kerugian negara dari lapangan Duri per tahun ditaksir mencapai US$ 2,2 miliar dengan perhitungan kerugian US$ 964 juta per tahun ditambah dengan US$ 1,235 miliar per tahun.
Negara Rugi US$ 2,2 Per Tahun Dari Lapangan Duri
Heriyono
heriyono@tambang.co.id
Jakarta-TAMBANG. Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumir (BPH Migas) Qoyum Tjandranegara mengungkapkan bahwa kerugian yang dialami pemerintah mencapai US$ 2,2 miliar per tahun dari ladang minyak Duri di Riau.
Ladang minyak itu dioperasikan PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) sejak 1950-an. Saat ini, produksi minyak di lapangan Duri mencapai sekitar 460 ribu barel per hari (bph).
“Kerugian negara disebabkan karena lifting minyak Duri menggunakan gas bumi, yang berdampak pada kerugian negara,” kata Qoyum, dalam makalahnya tajuk 'Ekspor Gas Bumi & Lifting Minyak Dengan Gas Bumi Berakibat Negara Kehilangan Devisa', seperti dikutip, hari ini.
Menurut Qoyum, semula untuk menghasilkan lifting minyak mentah di Duri sebesar 400 ribu bph dibutuhkan minyak sebanyak 60 ribu bph untuk bahan bakar pembuat steam (uap air) yang digunakan untuk mengangkat minyak Duri.
“Sekarang, untuk menambah lifting minyak sebesar 60 ribu bph, di mana produksinya mencapai 460 ribu bph, maka bahan bakarnya diganti dengan gas bumi sebesar 360 mmscfd,” jelas dia.
Qoyum menjelaskan, jika harga minyak mentah sekitar US$ 110 per barel disamakan dengan gas bumi, maka harga gas bumi adalah US$ 17,4 per mmbtu.
“Maka, harga bahan bakar minyak (BBM)-nya adalah US$ 1,4 dikalikan US$ 110 per barel sama dengan US$ 154 per bph. Akibatnya, negara rugi sebesar US$ 44 dikalikan 60 ribu bph dikalikan lagi dengan 365 hari menjadi US$ 964 juta per tahun,” ungkapnya.
Dia menambahkan, kerugian negara US$ 964 juta per tahun itu belum berhenti. “Kalau harga gas yang dibayar Chevron hanya US$ 8 per mmbtu, maka pemerintah akan ada tambahan kerugian sebesar US$ 1,235 miliar per tahun,” katanya.
Total, lanjut Qoyum kerugian negara dari lapangan Duri per tahun ditaksir mencapai US$ 2,2 miliar dengan perhitungan kerugian US$ 964 juta per tahun ditambah dengan US$ 1,235 miliar per tahun.

(0) komentar
Berita Lain





