*Khusus rubrikasi berlangganan
REGULASI | KLINIK MINERBA E-MAGAZINE | FOKUS TAMBANG Sign in

Warning: getimagesize(news/attachements/4thgolfturnamenrevisi.swf) [function.getimagesize]: failed to open stream: No such file or directory in /home/majalaht/public_html/attachments-events.php on line 18

Alternative content

Get Adobe Flash player


Warning: getimagesize(news/attachements/kiss_balilinkrevisi.swf) [function.getimagesize]: failed to open stream: No such file or directory in /home/majalaht/public_html/attachments-events.php on line 18

Alternative content

Get Adobe Flash player

Alternative content

Get Adobe Flash player

TAMBANG, 15 Juni 2012 | 12.15
Pengolahan Konsentrat Tembaga, Baru Jalan 30%

Subkhan AS
subkhan@tambang.co.id

Jakarta-TAMBANG. Potensi pengolahan konsetrat tembaga dalam negeri belum optimal, sebab menurut Menteri Perindustrian, MS Hidayat, saat ini pengolahan konsetrat tembaga hanya baru berjalan 30%. Padahal, keberadaan industri pengolahan ini sangat dibutuhkan di dalam negeri.

“Saatini baru 30% dari potensi pengolahan konsentrat tembaga yang diolah didalam negeri, sehingga ke depan perlu lebih banyak dibangun smelter tembaga untuk memenuhi kebutuhan bahan baku industri hilir berbasis tembaga,” ujar Hidayat di Jakarta.

Keberadaan smelter dalam negeri sangat dibutuhkan. Hal ini, lanjut Hidayat, dapat dilihat dari peran PT. Smelting Indonesia dengan rata-rata kapasitas produksi 300 ribu ton per tahun, yang telah mampu mendorong tumbuhnya industri kabel dalam negeri untuk bersaing di pasar dalam negeri maupun ekspor.

Tidak hanya dibutuhkan oleh industri kabel, industri seperti otomotif, electrical, piping, arsitektur dan lainnya juga membutuhkan. Soal bahan baku, tambah Hidayat, Indonesia memiliki cadangan terbukti bijih tembaga yang sangat besar, yaitu 4,2 miliar ton.

Sebab itu, dirinya berharap, dengan adanya kebijakan kewajiban mengolah bahan baku mentah mineral dalam negeri dapat mendorong bangkitnya industri pengolahan nasional.

icon