*Khusus rubrikasi berlangganan
REGULASI | KLINIK MINERBA E-MAGAZINE | FOKUS TAMBANG Sign in
REGULASI | KLINIK MINERBA E-MAGAZINE | FOKUS TAMBANG Sign in
Warning: getimagesize(news/attachements/4thgolfturnamenrevisi.swf) [function.getimagesize]: failed to open stream: No such file or directory in /home/majalaht/public_html/attachments-events.php on line 18
Warning: getimagesize(news/attachements/kiss_balilinkrevisi.swf) [function.getimagesize]: failed to open stream: No such file or directory in /home/majalaht/public_html/attachments-events.php on line 18
Alternative content

TAMBANG, 15 Juni 2012 | 13.13
Investasi US$ 700 Juta, Indosmelt Akan Bangun Smelter
Heriyono
heriyono@tambang.co.id
Jakarta-TAMBANG. PT Indosmelt akan membangun pabrik pengolahan mineral (smelter) di Tambua, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Perseroan berencana mengucurkan dana sedikitnya US$ 700 juta untuk merealisasikan proyek tersebut.
Direktur Utama Indosmelt Natsir Mansyut mengatakan, pihaknya sudah membuat desain untuk pembangunan smelter tersebut. “Saat ini desainnya sudah jalan, pembangunannya Insya Allah mulai tahun depan. Kami menargetkan pabrik smelter itu bisa beroperasi pada 2016 atau 2017,” kata dia, di Jakarta, hari ini.
Natsir menjelaskan, pabrik smelter itu direncanakan akan mengolah 350 ribu ton konsentrat tembaga menjadi katoda tembaga setiap tahunnya. “Kemungkinan kami kerja sama dengan PT Freeport Indonesia untuk bahan baku. Kami akan membeli bahan bakunya dari Freeport,” ujar pria yang juga menjabat sebagai wakil ketua umum KADIN Indonesia bidang Perdagangan, Distribusi dan Logisitik, ini.
Guna mengimplementasikan rencana tersebut, lanjut Natsir, pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan Freeport. “Kami juga mesti minta izin dengan induk usaha Freeport, yakni Freeport-McMoran,” jelas dia.
Investasi US$ 700 Juta, Indosmelt Akan Bangun Smelter
Heriyono
heriyono@tambang.co.id
Jakarta-TAMBANG. PT Indosmelt akan membangun pabrik pengolahan mineral (smelter) di Tambua, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Perseroan berencana mengucurkan dana sedikitnya US$ 700 juta untuk merealisasikan proyek tersebut.
Direktur Utama Indosmelt Natsir Mansyut mengatakan, pihaknya sudah membuat desain untuk pembangunan smelter tersebut. “Saat ini desainnya sudah jalan, pembangunannya Insya Allah mulai tahun depan. Kami menargetkan pabrik smelter itu bisa beroperasi pada 2016 atau 2017,” kata dia, di Jakarta, hari ini.
Natsir menjelaskan, pabrik smelter itu direncanakan akan mengolah 350 ribu ton konsentrat tembaga menjadi katoda tembaga setiap tahunnya. “Kemungkinan kami kerja sama dengan PT Freeport Indonesia untuk bahan baku. Kami akan membeli bahan bakunya dari Freeport,” ujar pria yang juga menjabat sebagai wakil ketua umum KADIN Indonesia bidang Perdagangan, Distribusi dan Logisitik, ini.
Guna mengimplementasikan rencana tersebut, lanjut Natsir, pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan Freeport. “Kami juga mesti minta izin dengan induk usaha Freeport, yakni Freeport-McMoran,” jelas dia.

(0) komentar
Berita Lain





