*Khusus rubrikasi berlangganan
REGULASI | KLINIK MINERBA E-MAGAZINE | FOKUS TAMBANG Sign in
REGULASI | KLINIK MINERBA E-MAGAZINE | FOKUS TAMBANG Sign in
Warning: getimagesize(news/attachements/4thgolfturnamen.swf) [function.getimagesize]: failed to open stream: No such file or directory in /home/majalaht/public_html/attachments-events.php on line 18
Warning: getimagesize(news/attachements/kiss_balilinkrevisi.swf) [function.getimagesize]: failed to open stream: No such file or directory in /home/majalaht/public_html/attachments-events.php on line 18
Alternative content

TAMBANG, 16 Juli 2012 | 20.00
Jero Wacik: Peran BP Migas Diperlukan
Heriyono
heriyono@tambang.co.id
Jakarta-TAMBANG. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik mendukung upaya penguatan kelembagaan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas).
Wacik mengatakan, peran BP Migas diperlukan untuk meningkatkan pengawasan dan pengendalian sektor hulu migas adalah perbaikan dan instropeksi. “Jangan sedikit-sedikit minta (BP Migas) dibubarkan,” kata Wacik, saat sambutan Perayaan HUT BP Migas ke-10, di Jakarta, hari ini, seperti dilansir dari situs resmi BP Migas.
Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala BP Migas Raden Priyono, pimpinan dan pekerja BP Migas, perwakilan kontraktor kontrak kerja sama (KKS), perbankan nasional, dan stakeholder lainnya.
Wacik menjelaskan, pendirian BP Migas sepuluh tahun lalu didasari UU Nomor 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. Dengan landasan seperti itu, semestinya pihak-pihak tertentu tidak gampang menyuarakan pembubaran badan pelaksana. “Jika masih ada kelemahan akan diperbaiki,” ujar dia.
Menurut Wacik, industri migas dunia sedang menoleh ke Indonesia. Kesempatan ini menjadi peluang untuk meningkatkan investasi. Meski demikian, perusahaan asing tersebut harus mendukung empat pilar pembangunan, yakni pro growth, pro job, pro poor, dan pro environment. “Jika ada yang tidak setuju, silahkan tinggalkan Indonesia,” tegas dia.
Sementara, lanjut Wacik, Kementerian ESDM tengah merencanakan amandemen atas Peraturan Menteri ESDM Nomor 22 Tahun 2008 yang melarang kontraktor KKS membebankan biaya program Corporate Social Responsibility (CSR) ke dalam cost recovery.
"Akan dibuat aturan-aturan tambahan yang lebih detail untuk mendorong CSR. Kegiatan yang benar-benar dibutuhkan untuk mendukung kelancaran operasi, dapat dibebankan sebagai cost recovery,” kata Jero.
Raden Priyono menambahkan, perbaikan kelembagaan di sektor hulu dapat melalui pembahasan revisi UU Migas yang segera dibahas DPR. Pihaknya berharap seluruh stakeholders dapat berpikir dan bertindak menjadi negarawan. Tidak mementingkan kepentingan golongan ataupun sektor, tetapi mengutamakan kepentingan negara.
"BP Migas tidak ingin menjadi institusi yang haus kekuasaan. Yang diharapkan adanya sistem yang tersambung agar dapat diimplementasikan dengan baik. Kegiatan hulu migas dapat diselenggarakan secara lebih lancar jika didukung oleh peraturan yang cukup kuat,” kata Priyono.
Dia mengharapkan dukungan stakeholders untuk menyelesaian masalah industri hulu migas. Tujuannya, agar target pemerintah dapat tercapai, dan sektor strategis ini bisa benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi Negara.
Selama 10 tahun BP Migas berdiri, diperoleh beberapa pencapaian:
1. Penerimaan negara yang selalu lebih tinggi dibanding target yang ditetapkan pemerintah melalui APBN. Pencapaian tertinggi diperoleh pada 2008, yaitu 115% dari target.
2. Dapat menurunkan laju penurunan produksi alamiah dari perhitungan teknis dari yang seharusnya sebesar 12% per tahun menjadi rata-rata 3-4% per tahun.
3. Mendukung program diversifikasi dari minyak ke gas. Volume gas untuk dalam negeri meningkat cukup signifikan selama 10 tahun, dari sebelumnya hanya 1.518 juta kaki kubik per hari pada 2002 menjadi 4.375 juta kaki kubik per hari pada 2012, atau naik hampir 3 kali lipat.
4. Meningkatkan penggunaan barang dan jasa secara signifikan, rata-rata di atas 60%. Hal ini memicu pengembangan industri barang dan jasa penunjang hulu migas dalam negeri.
5. Pemberdayaan perbankan nasional sejak tahun 2009. Hasilnya, sampai akhir tahun 2011 nilai transaksi melalui perbankan nasional sebesar US$ 14,9 miliar, sementara besaran dana Abandonment and Site Restoration (ASR) yang disimpan telah mencapai US$ 232 juta.
6. Sejak 2009 berhasil menciptakan tambahan penghematan dari pembelian barang dan jasa yang dilakukan bersama KKKS dan melalui pengelolaan inventori yang lebih terintegrasi. Sampai pertengahan 2012, nilai penghematan yang dihasilkan dari kegiatan-kegiatan tersebut sebesar US$ 413,52 juta.
7. Berhasil menjaga komitmen investasi Kontraktor KKS. Namun komitmen ini dilakukan tanpa mengurangi bagian Negara karena dijaga agar cost recovery tetap pada kisaran antara 22-25% dari gross revenue.
8. Untuk mencetak tenaga minyak nasional yang berkualitas tinggi, BP Migas saat ini sedang bekerjasama dengan universitas merealisasikan program National Capacity Building (NCB). Pengembangan juga dilakukan di KKKS melalui program internasionalisasi dan sebagainya.
Jero Wacik: Peran BP Migas Diperlukan

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
Jero Wacik meladeni pertanyaan media
usai menghadiri Perayaan HUT BP Migas
ke-10, di Jakarta, 16 Juli 2012.
(Taufieq/TAMBANG)
heriyono@tambang.co.id
Jakarta-TAMBANG. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik mendukung upaya penguatan kelembagaan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas).
Wacik mengatakan, peran BP Migas diperlukan untuk meningkatkan pengawasan dan pengendalian sektor hulu migas adalah perbaikan dan instropeksi. “Jangan sedikit-sedikit minta (BP Migas) dibubarkan,” kata Wacik, saat sambutan Perayaan HUT BP Migas ke-10, di Jakarta, hari ini, seperti dilansir dari situs resmi BP Migas.
Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala BP Migas Raden Priyono, pimpinan dan pekerja BP Migas, perwakilan kontraktor kontrak kerja sama (KKS), perbankan nasional, dan stakeholder lainnya.
Wacik menjelaskan, pendirian BP Migas sepuluh tahun lalu didasari UU Nomor 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. Dengan landasan seperti itu, semestinya pihak-pihak tertentu tidak gampang menyuarakan pembubaran badan pelaksana. “Jika masih ada kelemahan akan diperbaiki,” ujar dia.
Menurut Wacik, industri migas dunia sedang menoleh ke Indonesia. Kesempatan ini menjadi peluang untuk meningkatkan investasi. Meski demikian, perusahaan asing tersebut harus mendukung empat pilar pembangunan, yakni pro growth, pro job, pro poor, dan pro environment. “Jika ada yang tidak setuju, silahkan tinggalkan Indonesia,” tegas dia.
Sementara, lanjut Wacik, Kementerian ESDM tengah merencanakan amandemen atas Peraturan Menteri ESDM Nomor 22 Tahun 2008 yang melarang kontraktor KKS membebankan biaya program Corporate Social Responsibility (CSR) ke dalam cost recovery.
"Akan dibuat aturan-aturan tambahan yang lebih detail untuk mendorong CSR. Kegiatan yang benar-benar dibutuhkan untuk mendukung kelancaran operasi, dapat dibebankan sebagai cost recovery,” kata Jero.
Raden Priyono menambahkan, perbaikan kelembagaan di sektor hulu dapat melalui pembahasan revisi UU Migas yang segera dibahas DPR. Pihaknya berharap seluruh stakeholders dapat berpikir dan bertindak menjadi negarawan. Tidak mementingkan kepentingan golongan ataupun sektor, tetapi mengutamakan kepentingan negara.
"BP Migas tidak ingin menjadi institusi yang haus kekuasaan. Yang diharapkan adanya sistem yang tersambung agar dapat diimplementasikan dengan baik. Kegiatan hulu migas dapat diselenggarakan secara lebih lancar jika didukung oleh peraturan yang cukup kuat,” kata Priyono.
Dia mengharapkan dukungan stakeholders untuk menyelesaian masalah industri hulu migas. Tujuannya, agar target pemerintah dapat tercapai, dan sektor strategis ini bisa benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi Negara.
Selama 10 tahun BP Migas berdiri, diperoleh beberapa pencapaian:
1. Penerimaan negara yang selalu lebih tinggi dibanding target yang ditetapkan pemerintah melalui APBN. Pencapaian tertinggi diperoleh pada 2008, yaitu 115% dari target.
2. Dapat menurunkan laju penurunan produksi alamiah dari perhitungan teknis dari yang seharusnya sebesar 12% per tahun menjadi rata-rata 3-4% per tahun.
3. Mendukung program diversifikasi dari minyak ke gas. Volume gas untuk dalam negeri meningkat cukup signifikan selama 10 tahun, dari sebelumnya hanya 1.518 juta kaki kubik per hari pada 2002 menjadi 4.375 juta kaki kubik per hari pada 2012, atau naik hampir 3 kali lipat.
4. Meningkatkan penggunaan barang dan jasa secara signifikan, rata-rata di atas 60%. Hal ini memicu pengembangan industri barang dan jasa penunjang hulu migas dalam negeri.
5. Pemberdayaan perbankan nasional sejak tahun 2009. Hasilnya, sampai akhir tahun 2011 nilai transaksi melalui perbankan nasional sebesar US$ 14,9 miliar, sementara besaran dana Abandonment and Site Restoration (ASR) yang disimpan telah mencapai US$ 232 juta.
6. Sejak 2009 berhasil menciptakan tambahan penghematan dari pembelian barang dan jasa yang dilakukan bersama KKKS dan melalui pengelolaan inventori yang lebih terintegrasi. Sampai pertengahan 2012, nilai penghematan yang dihasilkan dari kegiatan-kegiatan tersebut sebesar US$ 413,52 juta.
7. Berhasil menjaga komitmen investasi Kontraktor KKS. Namun komitmen ini dilakukan tanpa mengurangi bagian Negara karena dijaga agar cost recovery tetap pada kisaran antara 22-25% dari gross revenue.
8. Untuk mencetak tenaga minyak nasional yang berkualitas tinggi, BP Migas saat ini sedang bekerjasama dengan universitas merealisasikan program National Capacity Building (NCB). Pengembangan juga dilakukan di KKKS melalui program internasionalisasi dan sebagainya.

(1) komentar
Berita Lain





