*Khusus rubrikasi berlangganan
REGULASI | KLINIK MINERBA E-MAGAZINE | FOKUS TAMBANG Sign in

Warning: getimagesize(news/attachements/4thgolfturnamenrevisi.swf) [function.getimagesize]: failed to open stream: No such file or directory in /home/majalaht/public_html/attachments-events.php on line 18

Alternative content

Get Adobe Flash player


Warning: getimagesize(news/attachements/kiss_balilinkrevisi.swf) [function.getimagesize]: failed to open stream: No such file or directory in /home/majalaht/public_html/attachments-events.php on line 18

Alternative content

Get Adobe Flash player

Alternative content

Get Adobe Flash player

TAMBANG, 26 Juli 2012 | 14.54
Proyek Donggi Senoro Terbangun 53%

Heriyono
heriyono@tambang.co.id

Jakarta-TAMBANG. Pekerjaan konstruksi pembangunan kilang gas alam cair (LNG) Donggi Senoro di Desa Uso, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, hingga Juli 2012 telah mencapai 53%.

Kilang LNG Donggi Senoro dibangun oleh PT Donggi Senoro LNG (DSLNG), perusahaan penanaman modal asing (PMA) yang didirikan pada 28 Desember 2007. Semula, pemegang saham PT DSLNG adalah, Pertamina Energy Services Pte Ltd (29%), PT Medco LNG Indonesia (20%), dan Mitsubishi Corporation (51%).

Namun, terhitung Februari 2011, struktur kepemilikan berubah menjadi PT Pertamina Hulu Energi (29%), PT Medco LNG Indonesia (11,1%) dan Sulawesi LNG Development Ltd (59,9%). Sulawesi LNG Development merupakan perusahaan yang sahamnya dimiliki Mitsubishi Corporation (75%) dan Kogas (25%).

Manajer Hubungan Media PT DSLNG Doty Damayanti mengatakan, realisasi pembangunan tersebut melampaui target yang ditetapkan sebelumnya, yaitu sebesar 43%. “Konstruksi di lapangan menunjukkan perkembangan yang memuaskan dan sesuai jadwal,” kata dia, di Jakarta, hari ini.

Doty menjelaskan, saat ini konstruksi tangki LNG sudah dalam tahap persiapan. Sementara, pemasangan atap dan rangka baja untuk areal kilang sedang dikerjakan. Kemudian, pembangunan pelabuhan LNG juga sedang dalam tahap pemancangan pipa.

“Beroperasinya pelabuhan material offloading facility pada awal Juli lalu, berbagai peralatan kilang yang diproduksi di luar akan segera masuk. Hingga
25 Juli 2012, jumlah tenaga kerja yang terserap di proyek kilang LNG Donggi Senoro mencapai 4.082 orang,” ujar dia.

Dia menambahkan, sebanyak 2018 orang atau sekitar 49% adalah tenaga kerja yang berasal dari wilayah Kabupaten Banggai. Proyek kilang LNG Donggi Senoro menjadi model pertama pengembangan gas alam cair di Indonesia yang menggunakan pola hilir (downstream) yang memisahkan pembangunan hulu (produksi dan suplai gas alam) dan hilir (pengolahan LNG).

Kilang Donggi Senoro merupakan proyek LNG pertama di Indonesia yang dikembangkan berdasarkan Undang-Undang RI No 22/2001, terutama pasal soal kegiatan usaha hilir, sehingga memungkinkan pengembangan usaha yang terpisah antara kegiatan hulu (penyediaan bahan baku gas) dan kegiatan hilir (pabrik LNG).

Model pengembangan bisnis hilir LNG memberi keuntungan bagi Indonesia, akibat dari pengalihan investasi dan risiko yang terkait dengan pembangunan pabrik LNG tersebut dari Pemerintah Indonesia ke sebuah perusahaan hilir.

PT DSLNG akan menerima gas dari produsen hulu, yaitu, PT PHE Tomori Sulawesi (50%), PT Medco E&P Tomori Sulawesi (30%), dan Tomori E&P Limited (UK) (20%) dengan jumlah gas alam sebanyak 250 MMscfd selama 13 tahun dari lapangan gas Senoro, dan dari PT Pertamina EP dengan total 85 MMscfd, juga selama 13 tahun, dari kawasan Matindok.

icon