*Khusus rubrikasi berlangganan
REGULASI | KLINIK MINERBA E-MAGAZINE | FOKUS TAMBANG Sign in

Warning: getimagesize(news/attachements/4thgolfturnamen.swf) [function.getimagesize]: failed to open stream: No such file or directory in /home/majalaht/public_html/attachments-events.php on line 18

Alternative content

Get Adobe Flash player


Warning: getimagesize(news/attachements/kiss_balilinkrevisi.swf) [function.getimagesize]: failed to open stream: No such file or directory in /home/majalaht/public_html/attachments-events.php on line 18

Alternative content

Get Adobe Flash player

Alternative content

Get Adobe Flash player

TAMBANG, 02 Agustus 2012 | 14.15
Kilang LNG Donggi Senoro Beroperasi Akhir 2014

Andi Karamoy

Heriyono
heriyono@tambang.co.id

Jakarta-TAMBANG. Kilang gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) Donggi Senoro yang dibangun PT Donggi Senoro LNG (DSLNG) dijadwalkan berproduksi tetap sesuai jadwal semula.

Direktur Umum DSLNG Andy Karamoy mengatakan, meskipun konstruksi pembangunan kilang menunjukkan kemajuan yang signifikan, namun operasional kilang tetap dijadwalkan paling cepat akhir 2014. “Tidak bisa lebih cepat lagi, akhir 2014 sudah paling cepat,” kata dia, di Jakarta, Rabu (1/8) malam.

Menurut Andy, hingga akhir Juli lalu, pembangunan kilang telah mencapai 55%, hal itu melampaui target yang ditetapkan semula, yakni 43%. Secara keseluruhan, pembangunan kilang LNG itu akan menghabiskan dana hingga US$ 2,8 miliar.

“Untuk konstruksi tangki LNG, sudah dalam tahap persiapan pemasangan atap rangka baja, terutama untuk areal kilang yang sedang dikerjakan. Sedangkan untuk pelabuhan LNG dalam tahap pemancangan pipa,” ujar dia.

Sementara, Eka Satria, direktur Pengembangan Aset PT Medco E&P Indonesia, menambahkan, jika kilang LNG Donggi Senoro telah beroperasi, berarti Indonesia akan memiliki proyek LNG keempat setelah Tangguh, Bontang, dan Badak.

Kilang LNG Donggi Senoro dibangun dengan single train dan memiliki kapasitas 2,1 juta ton per tahun (mtpa). LNG itu akan dijual ke Chubu Electric 1 mtpa, Kyushu Electric 0,3 mtpa, dan Kogas 0,7 mtpa.

Semula, pemegang saham DSLNG adalah, Pertamina Energy Services Pte Ltd (29%), PT Medco LNG Indonesia (20%), dan Mitsubishi Corporation (51%). Terhitung Februari 2011, struktur kepemilikan berubah menjadi PT Pertamina Hulu Energi (29%), PT Medco LNG Indonesia (11,1%) dan Sulawesi LNG Development Ltd (59,9%). Sulawesi LNG Development merupakan perusahaan yang sahamnya dimiliki Mitsubishi Corporation (75%) dan Kogas (25%).

DSLNG akan menerima gas dari produsen hulu, yaitu PT PHE Tomori Sulawesi (50%), PT Medco E&P Tomori Sulawesi (30%) and Tomori E&P Limited (20%) dengan jumlah gas alam sebanyak 250 Mmscfd selama 13 tahun dari lapangan gas Senoro, dan dari PT Pertamina EP dengan total 85 Mmscfd, juga selama 13 tahun, dari kawasan Matindok.

icon