*Khusus rubrikasi berlangganan
REGULASI | KLINIK MINERBA E-MAGAZINE | FOKUS TAMBANG Sign in

Warning: getimagesize(news/attachements/4thgolfturnamenrevisi.swf) [function.getimagesize]: failed to open stream: No such file or directory in /home/majalaht/public_html/attachments-events.php on line 18

Alternative content

Get Adobe Flash player


Warning: getimagesize(news/attachements/kiss_balilinkrevisi.swf) [function.getimagesize]: failed to open stream: No such file or directory in /home/majalaht/public_html/attachments-events.php on line 18

Alternative content

Get Adobe Flash player

Alternative content

Get Adobe Flash player

TAMBANG, 08 Agustus 2012 | 11.49
Antam Tidak Akan Menurunkan Target Produksi

Alamsyah Pua Saba
alam@tambang.co.id


Jakarta-TAMBANG- pada semester I 2012, pendapatan PT Aneka Tambang Tbk (Persero) mengalami penurunan, akibat merosotnya harga feronikel di pasar internasional. Namun demikian, BUMN Tambang itu, tidak akan menurunkan produksinya dan tetap pada target menjual ferronikel sebanyak 18 ribu ton sampai akhir tahun 2012.


“Sampai Semester I-2012 kita sudah mengapalkan 51% dari target penjualan ferronikel tahun ini,” ujarnya pada Selasa, 7 Agustus 2012. Demikian disampaikan Alwisnyah Lubis, Direktur Utama Antam beberapa hari lalu.


Alwin mengakui, turunnya harga ferronikel sepanjang enam bulan pertama 2012, merupakan akibat krisis ekonomi global khususnya di Eropa yang belum pulih. Bahkan belakangan ini China juga sedikit terimbas oleh krisis global tersebut. Meski demikian, permintaan tidak turun. Maka dari itu, ia berharap ada kenaikan harga ferronikel pada Semester II-2012 guna memenuhi target penerimaan.


“Harga ferronickel sejak Semester I-2012 sampai hari ini berkisar USD 7 per pound atau USD 14.500 per ton. Idealnya harga ferronickel adalah USD 9 per pound atau USD 20.000 per ton,” jelas Alwin. USD 9 per pound merupakan ambang psikologis harga ferronickel. Mengingat biaya produksinya rata-rata USD 8 per pound. “Di China, kalau harga ferronickel USD 8 per pound saja, sudah langsung berhenti berproduksi smelternya,” tambah Direktur Keuangan Antam, Jaya Tambunan.


Menurut Jaya, Emas menjadi dewa penyelamat Antam . Sepanjang Semester I-2012 hingga saat ini, harga emas rata-rata berada di kisaran USD 1.600 per troy onces. Lebih rendah dari 2011 yang pernah mencapai di atas USD 1.600 per troy ons. Sejauh ini hasil penjualan emas berhasil menutupi hingga 51% penerimaan Antam.

“Namun kita tidak bisa seenaknya menaikkan produksi emas, karena biaya produksi juga pasti naik. Terlebih tambang emas kita di Pongkor – Jawa Barat dan Cibaliung – Banten adalah tambang bawah tanah, yang secara teknis sulit dilakukan peningkatan produksi dalam waktu cepat. Target produksi emas Antam sendiri di 2012 sebesar 3,1 ton,” jelas Jaya.

Terkait kompleksitas kondisi tersebut, menurut Alwin yang paling memungkinkan dilakukan guna mengantisipasi turunnya penerimaan akibat tak kunjung naiknya harga ferronickel, ialah menaikkan produksi dan penjualan bijih (ore) nikel. Menggenjot produksi nikel lebih mudah karena tambangnya open pit (terbuka). “Kita berharap bisa menaikkan produksi dan penjualan nikel hingga 8 juta ton pada 2012,” kata Alwin lagi.

Maka dari itu, Alwin berharap krisis ekonomi global khususnya di Eropa bisa berangsur pulih pada Semester II-2012. Atau paling tidak krisis itu tidak meluas. “Kalau China dan Korea Selatan tidak terkena krisis atau krisisnya tidak terlalu parah pada Semester II-2012, mungkin kita bisa menggenjot penerimaan. Tetapi kalau tidak, ya terpaksa kita harus mengoreksi target penerimaan di 2012,” tandasnya.

icon