*Khusus rubrikasi berlangganan
REGULASI | KLINIK MINERBA E-MAGAZINE | FOKUS TAMBANG Sign in
REGULASI | KLINIK MINERBA E-MAGAZINE | FOKUS TAMBANG Sign in
Warning: getimagesize(news/attachements/4thgolfturnamenrevisi.swf) [function.getimagesize]: failed to open stream: No such file or directory in /home/majalaht/public_html/attachments-events.php on line 18
Warning: getimagesize(news/attachements/kiss_balilinkrevisi.swf) [function.getimagesize]: failed to open stream: No such file or directory in /home/majalaht/public_html/attachments-events.php on line 18
Alternative content

TAMBANG, 15 Agustus 2012 | 17.26
Tingkatkan Pasokan Bangka-Belitung, PLN Sewa PLTU
Subkhan AS
subkhan@tambang.co.id
Jakarta-TAMBANG. PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero, akan menyewa Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Air 2x30 Megawatt, guna meningkatkan kapasitas pasokan listrik di kepulauan Bangka-Belitung.
Hal ini ditandai, dengan penandatangan perjanjian kerjasama kontrak PLTU Sewa Air Anyer 2x30 MW. Pada Rabu (15/8) di PLN Kantor Pusat, Direktur Utama PLN Nur Pamudji bersama Direktur Utama PT. Capital Turbines Indonesia Djani Sutedja menandatangani
Rencananya, PLTU yang terletak Desa Air Anyer, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, Propinsi Bangka Belitung ini, nantinya akan dibangun oleh Konsorsium PT. Capital Turbines Indonesia dan PT Odira Energy Persada.
“PLTU Sewa Air Anyer ini akan menyuplai energi listrik ke Sistem Bangka Belitung sebesar ± 350,4 GWh per tahun,” ujar Nur Pamudji di Jakarta.
Adapun, Nur Pamudji mengaku, PLN akan menyewa PLTU ini selama 9 tahun dengan nilai kontrak sewa sebesar 5.5550 Cent USD/kWh. Melalui Jaminan Pelaksanaan dari PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung sebesar USD 973.236.
Proyek ini sendiri, dijadwalkan COD (Commercial Operation Date) untuk unit 1 adalah 24 bulan setelah dimulainya pelaksanaan pembangunan konstruksi dan untuk unit 2 sekitar 26 bulan.
Dengan jangka waktu pembangunan PLTU Sewa Air Anyer 2 x 30 MW untuk pelaksanaan kontruksi adalah selama 2 tahun.
“Saya harapkan, PLTU ini bisa dibangun dengan cepat, mengingat pertumbuhan listrik yang semakin cepat pula,” cetusnya.
Saat ini pertumbuhan listrik telah mencapai 9,2%. Agar suplai listrik bisa cepat, diperlukan cara baru pelelangan pengadaan pembangkit.
“Kan, kita tahu berapa kebutuhan PLTU yang akan dibangun dalam lima tahun mendatang. Kenapa tidak lelangnya disekaliguskan misalnya satu kali lelang untuk 30 PLTU yang skala kecil,” tambahnya.
Sementara itu, Dirut PT. Capital Turbines Indonesia, Djani Sutedja, bertekad akan melaksanakan pembangunan sesegera mungkin.
“Kami upayakan pembangunannya dapat dilakukan secepat mungkin dengan kualitas terbaik. Karena kami pun mempunyai pengalaman dalam pengembangan listrik di Pulau Bintan,” pungkasnya.
Tingkatkan Pasokan Bangka-Belitung, PLN Sewa PLTU
Subkhan ASsubkhan@tambang.co.id
Jakarta-TAMBANG. PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero, akan menyewa Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Air 2x30 Megawatt, guna meningkatkan kapasitas pasokan listrik di kepulauan Bangka-Belitung.
Hal ini ditandai, dengan penandatangan perjanjian kerjasama kontrak PLTU Sewa Air Anyer 2x30 MW. Pada Rabu (15/8) di PLN Kantor Pusat, Direktur Utama PLN Nur Pamudji bersama Direktur Utama PT. Capital Turbines Indonesia Djani Sutedja menandatangani
Rencananya, PLTU yang terletak Desa Air Anyer, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, Propinsi Bangka Belitung ini, nantinya akan dibangun oleh Konsorsium PT. Capital Turbines Indonesia dan PT Odira Energy Persada.
“PLTU Sewa Air Anyer ini akan menyuplai energi listrik ke Sistem Bangka Belitung sebesar ± 350,4 GWh per tahun,” ujar Nur Pamudji di Jakarta.
Adapun, Nur Pamudji mengaku, PLN akan menyewa PLTU ini selama 9 tahun dengan nilai kontrak sewa sebesar 5.5550 Cent USD/kWh. Melalui Jaminan Pelaksanaan dari PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung sebesar USD 973.236.
Proyek ini sendiri, dijadwalkan COD (Commercial Operation Date) untuk unit 1 adalah 24 bulan setelah dimulainya pelaksanaan pembangunan konstruksi dan untuk unit 2 sekitar 26 bulan.
Dengan jangka waktu pembangunan PLTU Sewa Air Anyer 2 x 30 MW untuk pelaksanaan kontruksi adalah selama 2 tahun.
“Saya harapkan, PLTU ini bisa dibangun dengan cepat, mengingat pertumbuhan listrik yang semakin cepat pula,” cetusnya.
Saat ini pertumbuhan listrik telah mencapai 9,2%. Agar suplai listrik bisa cepat, diperlukan cara baru pelelangan pengadaan pembangkit.
“Kan, kita tahu berapa kebutuhan PLTU yang akan dibangun dalam lima tahun mendatang. Kenapa tidak lelangnya disekaliguskan misalnya satu kali lelang untuk 30 PLTU yang skala kecil,” tambahnya.
Sementara itu, Dirut PT. Capital Turbines Indonesia, Djani Sutedja, bertekad akan melaksanakan pembangunan sesegera mungkin.
“Kami upayakan pembangunannya dapat dilakukan secepat mungkin dengan kualitas terbaik. Karena kami pun mempunyai pengalaman dalam pengembangan listrik di Pulau Bintan,” pungkasnya.

(0) komentar
Berita Lain





