*Khusus rubrikasi berlangganan
REGULASI | KLINIK MINERBA E-MAGAZINE | FOKUS TAMBANG Sign in
REGULASI | KLINIK MINERBA E-MAGAZINE | FOKUS TAMBANG Sign in
Warning: getimagesize(news/attachements/4thgolfturnamenrevisi.swf) [function.getimagesize]: failed to open stream: No such file or directory in /home/majalaht/public_html/attachments-events.php on line 18
Warning: getimagesize(news/attachements/kiss_balilinkrevisi.swf) [function.getimagesize]: failed to open stream: No such file or directory in /home/majalaht/public_html/attachments-events.php on line 18
Alternative content

TAMBANG, 28 Agustus 2012 | 15.56
BPMIGAS-USU Jalin Kerjasama Tingkatkan Kompetensi SDM
Subkhan AS
subkhan@tambang.co.id
Jakarta-TAMBANG. Guna meningkatkan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkaitan dengan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi, Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Minyak dan Gas Bumi (BPMIGAS) menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Universitas Sumatera Utara (USU).
Adapun, nota kesepahaman yang telah ditandatangani Kepala BPMIGAS R. Priyono dan Rektor USU Syahril Pasaribu di Kampus USU di Medan, Sumatera Utara, hari ini, Selasa (27/8). Meliputi bidang, penelitian, pendidikan, kewirausahaan (enterpreneurship), bantuan program CSR, dan lingkungan hidup.
Walaupun, kerjasama peningkatan SDM ini baru meliputi aspek teknis, sosial, ekonomi dan hukum, namun, Priyono mengaku kedepan, tidak menutup kemungkinan pihaknya akan meperluas kerjasama di bidang lainnya sesuai dengan hasil kerjasama dari MoU ini.
Karena itu, Priyono berharap nota kesepahaman dengan universitas tersebut dapat segera dilanjutkan dengan program kerjasama yang nyata. Dan menurutnya, hal ini seharusnya tidak sulit mengingat BPMIGAS dan universitas memiliki visi yang sama.
“Untuk USU misalnya, saat ini USU memiliki visi untuk menjadi University for Industry, hal ini sejalan dengan komitmen BPMIGAS untuk merangkul sebanyak-banyaknya pelaku usaha lokal sebagai bagian dari peningkatan komponen dalam negeri dalam industri hulu migas,” ujar Priyono.
Melalui program NCB ini, lanjut Priyono, BPMIGAS nantinya akan merekrut lulusan sarjana (fresh graduate atau maksimal 2 tahun pengalaman kerja), untuk kemudian dididik selama dua tahun dalam sebuah program akselerasi, guna menghasilkan tenaga kerja handal bidang petrotechnical dan komptensi teknis terkait.
Adapun, pelaksanaan pendidikan selama 2 tahun ini dijalankan dengan bekerja sama dengan BADIKLAT KESDM dan 6 perguruan tinggi dimaksud. Sehngga, status peserta selama mengikuti Program NCB adalah sebagai Management Trainee (MT) di BPMIGAS. Tentunya, dengan status karyawan tidak tetap.
Setelah selesai mengikuti Program NCB, peserta akan ditempatkan di BPMIGAS atau ditawarkan ke Kontraktor Kontrak Kerja Sama (Kontraktor KKS) dan harus bekerja di BPMIGAS atau pada Kontraktor KKS selama 3N+1.
Ini bukanlah kali pertama BPMIGAS menggandeng perguruan tinggi untuk melakukan kerjasama. Di awal tahun ini, BPMIGAS telah menandatangani kerjasama dengan 6 perguruan tinggi terkemuka (ITB, UI, Trisakti, UGM, UNPAD, dan UPN) untuk bekerjasama melaksanakan program National Capacity Building (NCB).
Dan sebelumnya, di bulan Mei, BPMIGAS juga telah menandatangani nota kesepahaman dengan Badan Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (BADIKLAT KESDM).
BPMIGAS-USU Jalin Kerjasama Tingkatkan Kompetensi SDM
Subkhan AS
subkhan@tambang.co.id
Jakarta-TAMBANG. Guna meningkatkan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkaitan dengan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi, Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Minyak dan Gas Bumi (BPMIGAS) menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Universitas Sumatera Utara (USU).
Adapun, nota kesepahaman yang telah ditandatangani Kepala BPMIGAS R. Priyono dan Rektor USU Syahril Pasaribu di Kampus USU di Medan, Sumatera Utara, hari ini, Selasa (27/8). Meliputi bidang, penelitian, pendidikan, kewirausahaan (enterpreneurship), bantuan program CSR, dan lingkungan hidup.
Walaupun, kerjasama peningkatan SDM ini baru meliputi aspek teknis, sosial, ekonomi dan hukum, namun, Priyono mengaku kedepan, tidak menutup kemungkinan pihaknya akan meperluas kerjasama di bidang lainnya sesuai dengan hasil kerjasama dari MoU ini.
Karena itu, Priyono berharap nota kesepahaman dengan universitas tersebut dapat segera dilanjutkan dengan program kerjasama yang nyata. Dan menurutnya, hal ini seharusnya tidak sulit mengingat BPMIGAS dan universitas memiliki visi yang sama.
“Untuk USU misalnya, saat ini USU memiliki visi untuk menjadi University for Industry, hal ini sejalan dengan komitmen BPMIGAS untuk merangkul sebanyak-banyaknya pelaku usaha lokal sebagai bagian dari peningkatan komponen dalam negeri dalam industri hulu migas,” ujar Priyono.
Melalui program NCB ini, lanjut Priyono, BPMIGAS nantinya akan merekrut lulusan sarjana (fresh graduate atau maksimal 2 tahun pengalaman kerja), untuk kemudian dididik selama dua tahun dalam sebuah program akselerasi, guna menghasilkan tenaga kerja handal bidang petrotechnical dan komptensi teknis terkait.
Adapun, pelaksanaan pendidikan selama 2 tahun ini dijalankan dengan bekerja sama dengan BADIKLAT KESDM dan 6 perguruan tinggi dimaksud. Sehngga, status peserta selama mengikuti Program NCB adalah sebagai Management Trainee (MT) di BPMIGAS. Tentunya, dengan status karyawan tidak tetap.
Setelah selesai mengikuti Program NCB, peserta akan ditempatkan di BPMIGAS atau ditawarkan ke Kontraktor Kontrak Kerja Sama (Kontraktor KKS) dan harus bekerja di BPMIGAS atau pada Kontraktor KKS selama 3N+1.
Ini bukanlah kali pertama BPMIGAS menggandeng perguruan tinggi untuk melakukan kerjasama. Di awal tahun ini, BPMIGAS telah menandatangani kerjasama dengan 6 perguruan tinggi terkemuka (ITB, UI, Trisakti, UGM, UNPAD, dan UPN) untuk bekerjasama melaksanakan program National Capacity Building (NCB).
Dan sebelumnya, di bulan Mei, BPMIGAS juga telah menandatangani nota kesepahaman dengan Badan Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (BADIKLAT KESDM).

(0) komentar
Berita Lain
28 Agustus 2012 | 15.56
Organisasi Lingkungan Desak Komnas HAM Umumkan Investigasi Pencemaran Chevron
Organisasi Lingkungan Desak Komnas HAM Umumkan Investigasi Pencemaran Chevron





