*Khusus rubrikasi berlangganan
REGULASI | KLINIK MINERBA E-MAGAZINE | FOKUS TAMBANG Sign in
TAMBANG, 19 Oktober 2012 | 01.33
Harga Jual PLTU Cirebon US$ 4.363 Per KWh

Menteri ESDM meresmikan Pembangkit
Listrik Tenaga Uap (PLTU) Cirebon I,
dengan kapasitas 1x660 MW, Kamis
18 Oktober 2012.

Ruslan
ruslan@tambang.co.id

Cirebon-TAMBANG- segera beroperasi setelah dilakukan peresmian oleh Menteri Energi dan Sumber daya Mineral, Jero Wacik, kemarin (Kamis, 18/10). PLTU dengan skema Independen Power Producer (IPP) tersebut akan dijual ke PLN seharga US$ 4.363 per kWh.

Proyek PLTU Cirebon 1 tersebut, dikerjakan oleh konsorsium Indika Energy Tbk (20%), Marubeni Corporation (32,50%), Korea Midland Power Company (27.50%), dan Santan Co. Ltd (20%).

Jero Wacik dalam sambutannnya mengatakan, kehadiran PLTU Cirebon 1 ini, akan meningkatkan kehandalan sistem kelistrikan Jawa-Bali, dengan tambahan pasokan 5.500 GWh. Untuk terus meningkatkan kehandalan serta elektrifikasi di Indonesia, lanjut Jero, penandatangan kerjasama akan terus dilakukan.

"Kebutuhan energi saat ini semakin besar, untuk mengimbanginya setiap bulan kami harus ada tindakan tandatangan kontrak dan groundbreaking pembangkit," ujarnya.

Selain menambah kehandalan sistem kelistrikan, imbuh Jero, kehadiran PLTU yang terletak 10 kilometer arah timur Kota Cirebon dan membutuhkan dana sekitar US$ 700 juta ini, mampu menciptakan lapangan kerja baru dengan kebutuhan pekerja lebih dari 1000 orang saat proyek berlangsung dan lebih dari 300 orang saat beroperasi.

Karena itu, lanjutnya, kehadiran proyek-proyek pembangkit, akan memberi multiplier effek bagi masyarakat sekitar. Bahkan secara khusus, Jero mengajak para pengusaha untuk terus mengembangkan Cirebon, sebab Kota Udang ini, menjadi salah satu sentra industri di wilayah Jawa Barat.


"Owner PLTU Cirebon 1 mengatakan, sudah ada niat untuk melanjutkan membangun PLTU Cirebon 2 yang berkapasitas 1.000 MW," tutur Jero Wacik.

Dari sisi teknologi, PLTU yang dibangun di atas lahan seluas 150 ha ini, merupakan pioner dalam penggunaan supercritical boiler technology yang mampu mengolah batubara kalori rendah yang banyak tersebar di Indonesia secara efisien. Emisi buang yang dihasilkan PLTU Cirebon juga jauh di bawah ambang batas. Dengan teknologi sistem pendingin cooling tower, sistem sirkulasi airnya juga lebih ramah lingkungan.[]

icon