*Khusus rubrikasi berlangganan
REGULASI | KLINIK MINERBA E-MAGAZINE | FOKUS TAMBANG Sign in
TAMBANG, 21 November 2012 | 16.14
PT TIMAH LEBARKAN "SAYAP" KE MYANMAR

Direktur Utama PT Timah, Sukrisno

Suryana Miharja
suryana@tambang.co.id

Jakarta-TAMBANG. Kian menipisnya cadangan timah di Bangka Belitung, membuat PT Timah (Persero) Tbk selaku perusahaan pelat merah penghasil logam timah berencana untuk melebarkan kegiatan usahanya hingga ke Myanmar.

Selain masuk ke dalam daerah aliran timah, investasi di Myanmar juga potensial mengingat cadangan timah di negara tersebut belum banyak dilirik investor. Demikian ungkap Direktur Utama PT Timah (Persero) Sukrisno kepada wartawan dalam acara Public Expose di Hotel Sahid Jakarta (21/11).

Menurutnya langkah yang dilakukan perseroan yang dipimpinnya tersebut, juga didorong oleh keinginan Menteri BUMN Dahlan Iskan yang mengharuskan BUMN bisa go Internasional.

Selain itu, Ia pun khawatir jika cadangan timah di Bangka Belitung bakal habis sebelum tahun 2030 seperti yang diperkirakan oleh Prof. Emil Salim.
“Sangat mungkin pernyataan Emil salim keliru, karena bisa saja cadangan timah sudah habis sebelum 2030 terutama jika ilegal mining masih terus terjadi seperti sekarang” jelasnya lagi.

Selain mengungkapkan rencana ekspansi yang bakal dilakukannya, Ia pun menjelaskan mengenai kemungkinan bakal meningkatkan produksi dari kegiatan tambang laut, apalagi saat ini perseroan tersebut telah memiliki teknologi yang bisa melakukan pengeboran hingga kedalaman seratus meter.

Teknologi tersebut diakui Sukrisno jauh lebih baik dari sebelumnya, yang hanya bisa melakukan pengeboran hingga kedalaman 40 meter saja.

icon
Berita Lain
21 November 2012 | 16.14
Simalakama Kapur Rembang
21 November 2012 | 16.14
Tata Kelola Ekspor Harus Lebih Baik
21 November 2012 | 16.14
Gedung Kementerian ESDM Terbakar