Berita Lain
TAMBANG, 31 Oktober 2008 | 10.06
Faisal Basri: Indonesia Disandera Bakrie

Suasana perdagangan di Bursa Efek Indonesia.
"Sekarang ini pasar saham kita terus menunjukan grafik menurun dan selama saham-saham Bakrie belum dibuka, indeks akan tetap turun. Sekarang Republik Indonesia disandera Bakrie," tandas Faisal. Ia mempertanyakan sikap pemerintah dan otoritas Bursa Efek yang tidak segera mencabut suspen atas ketiga emiten Bakrie tersebut.
Menurutnya bila suspen dibuka, kemudian sahamnya Bakrie turun dan sampai pada suatu titik harga, pemerintah akan membeli saham saham tersebut. "Sementara kalau sekarang, sampai kapan kita tidak tahu," jelas Faisal.
Bahkan dengan mengambil contoh langkah pemerintah Amerika Serikat yang mem-bailout Bank Lehman Brothers, Faisal sedikit mempertanyakan kenapa pemerintah tidak mengambil sikap tegas seperti itu pada perusahaan Bakrie & Brothers. "Kenapa pemerintah tidak mem-bailout saham-saham tersebut seperti yang dilakukan pemerintah Amerika Serikat atas Bank Merril Lync yang hampir bangkrut. Dengan itu pasar saham akan terbantu dan kemungkinan indeks akan pulih," jelasnya.
Sampai hari ini ketiga anak perusahaan Bakrie & Brothers masih disuspen. Yakni PT. Bakrie & Brothers,Tbk, PT. Bumi Resources,Tbk dan PT. Energy Mega Persada, Tbk. Seharusnya batas waktu perpanjangan suspen sesuai permintaan Bakrie & Brothers adalah 28 Oktober. Tetapi dengan alasan proses negosiasi penjualan saham BUMI dan ENGR belum tuntas maka suspen masih tetap diterapkan. Bahkan dalam keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia, pihak BNBR masih meminta perpanjangan suspen. (Egenius Soda/egen@majalahtambang.com)





.jpg)