*Khusus rubrikasi berlangganan
REGULASI | KLINIK MINERBA E-MAGAZINE | FOKUS TAMBANG Sign in
REGULASI | KLINIK MINERBA E-MAGAZINE | FOKUS TAMBANG Sign in
Warning: getimagesize(news/attachements/4thgolfturnamen.swf) [function.getimagesize]: failed to open stream: No such file or directory in /home/majalaht/public_html/attachments-events.php on line 18
Warning: getimagesize(news/attachements/kiss_balilinkrevisi.swf) [function.getimagesize]: failed to open stream: No such file or directory in /home/majalaht/public_html/attachments-events.php on line 18
Alternative content

TAMBANG, 20 Januari 2012 | 00.10
Nothing Is Difficult
Bruce Anthony Mckay, pria kelahiran Negara kepulauan, New Zealand, sudah lebih dari 10 tahun tinggal di Indonesia. Indonesia, telah banyak mencuri perhatiannya. Ia pun memutuskan untuk terus berada di Indonesia, selain karena hatinya sudah terpaut dengan mojang Garut, Jawa Barat, berbagai tantangan dan peluang di Indonesia membuat hatinya tertambat dan ingin terus berada di Indonesia.
”Negeri ini sangat kaya dengan potensi sumber daya alamnya, sayang praktek korupsi masih marak terjadi, sehingga ketidakadilan jelas terpampang di depan mata, ada yang hidup kaya bergelimang harta, tetapi tidak sedikit yang hidup dibawah garis kemiskinan,” ungkapnya.
Tak perlu waktu lama untuk bisa akrab dengan Bruce. Kehangatan, keramahan dan selera humor membuat siapa saja yang baru berkenalan dengannya bisa sangat cepat akrab. Berbekal pengalaman lebih dari 10 tahun berada di Indonesia serta latar belakang multikultur di negeri asalnya, membuatnya sangat memahami budaya Indonesia.
Dengan semua sifatnya itu, Bruce terlihat awet muda. Setiap meeting dengan karyawannya, atau kliennya selalu terlontar joke-joke segar. Dia meyakini segala persoalan, betapapun sulitnya bisa diurai. ”Saya selalu katakan kepada karyawan juga kepada klien saya, tidak ada yang sulit kok, nothing is difficult,” ujarnya, kini dengan mimik serius
kepada Hidayat Tantan, Abraham Lagaligo, Alamsyah Pua Saba dan Taufiequrrohman dari Majalah TAMBANG. Pria yang sejak 2011 menjabat Country Manager Salva Resources, perusahaan konsultan di sektor pertambangan ini, berbagi cerita, termasuk ritual tahunan yang banyak dilakoni masyarakat Indonesia, mudik saat lebaran. Berikut obrolannya:
Bisa diceritakan tentang Salva Resources?
Salva Resources merupakan perusahaan konsultan di sektor pertambangan. Kehadiran perusahaan ini bermula dari dan dimotori anak muda yang Salva menyediakan berbagai konsultasi untuk sektor pertambangan dan terus memperluas posisinya di pasar global. Perusahaan ini didukung oleh tenaga profesional yang sangat memahami industri pertambangan, mulai dari tenaga geologis, eksplorasi, penilaian sumberdaya, perencanaan tambang sampai studi pasar tentang produk yang dihasilkan.
memiliki visi bagus. Dalam 4 tahun sejak berdiri, kini Salva Resourves sudah memiliki kantor di beberapa kota di berbagai negara di Brisbane, Australia, Jakarta, Calcuta, London, Zimbabwe serta Mongolia.
Selain itu, kami juga melayani untuk mewakili klien kami melakukan due diligent dan melakukan studi teknis secara komprehensif. Kombinasi tim yang profesional, dan sokongan jaringan internasional yang kami miliki, membuat perusahan ini terus berkembang.
Di Indonesia sendiri, kami baru mulai sekitar 2 tahun. Dan di sini, kami benar-benar mulai dari nol dan tidak ada klien. Kami mengawali perusahaan di Indonesia dengan 11 karyawan dan kini sudah ada 22 karyawan. Setiap bulan, terus bertumbuh dengan klien yang terus ada. Kami melayani berbagai perusahaan, mulai dari perusahaan besar ataupun perusahaan kecil, nasional maupun multinasional. Kami mencoba memfasilitasi semua perusahaan sesuai dengan keinginan mereka.
Mengapa memilih Indonesia?
Kami memilih Indonesia karena negara ini sudah terkenal memiliki potensi pertambangan yang besar. Indonesia, terkenal sebagai pengekspor batubara terbesar, produsen beberapa komoditi pertambangan yang sangat besar. Jadi, pilihan ke Indonesia karena kami melihat Indonesia merupakan pasar yang besar.
Siapa klien pertama Anda di Indonesia?
Sebenarnya ada beberapa klien kecil yang kami miliki, tetapi untuk klien besar yang pertama yang kami miliki yakni Bayan Resources. Jadi Bayan adalah kontrak pertama untuk perusahaan besar yang kami lakukan. Dari Bayan kemudian terus mengalir beberapa perusahaan lain, nasional maupun multinasional juga perusahaan yang berasal dari India, karena kami memiliki koneksi dengan perusahaan-perusahaan dari India.
Memang harus saya akui, untuk bisa mendapatkan klien besar seperti Bayan, bukanlah hal mudah, tetapi kami berhasil meyakinkan mereka bahwa keinginan mereka akan bisa terpenuhi, baik dari sisi budgeting maupun hal teknis lainnya. Akhirnya, kontrak dengan Bayan bisa terjadi.
Apakah ada hambatan dalam atmosfir Indonesia untuk perusahan anda?
Untuk perusahaan konsultan seperti kami, tidak terlalu ada hambatan berarti. Bukan hambatan yang saya lihat, tetapi memang harus diakui, menjalankan bisnis di Indonesia memang tidak mudah. Karena ada birokrasi yang harus dilewati. Saya melihat justru yang menjadi persoalan adalah pasar, terutama dengan keterbatasan infrastruktur, sehingga cukup beresiko.
Apa pendapat anda tentang industri pertambangan di Indonesia?
Saya pikir, pertambangan Indonesia terus tumbuh dan saat ini berada dalam performa terbaiknya. Ada banyak tantangan, peluang yang diberikan pemerintah melalui peraturan yang dibuat. Aturan tersebut ada yang sudah sangat bagus tetapi ada pula yang perlu penyempurnaan. Namun yang paling penting menyikapi aturan itu adalah kita harus lebih fleksibel.
Modal pengetahuan tentang kondisi baik budaya, politik dan bagaimana menghadapi aturan inilah yang menjadi kekuatan utama Salva Resources di Indonesia. Saya bisa pastikan itu kepada klien, karena saya sudah cukup lama berada di Indonesia.
Tantangan yang ada di Indonesia inilah yang membuat kami terus terpacu untuk memberikan pelayanan terbaik kami. Ini tidak mudah, tetapi tidak berarti tidak bisa dijalankan. Saya melihatnya sebagai sebuah tantangan yang harus dihadapi. Setiap hari adalah tantangan, bahkan dalam perjalanan ke kantorpun ada tantangan, karena menghadapi kemacetan Jakarta, tetapi justru kita harus menikmati kondisi ini.
Banyak yang mengatakan, aturan baru disektor pertambangan cukup menyulitkan. Bagaimana pandangan Anda?
Saya kira, tidak sepenuhnya benar. Seperti sudah saya katakan, saya melihat hal tersebut sebagai sebuah tantangan. Setiap negara pasti ada aturannya, mulai dari pajak dan sebagainya. Itu adalah bagian dari bisnis yang dijalani. Selama kita pastikan bahwa bisnis yang kita jalani mampu memenuhi aturan yang ditentukan, bisnis kita akan terus berjalan.
Harapan Anda untuk industri pertambangan di Indonesia?
Saya kira perusahaan harus terus menjalin hubungan dengan pemerintah, komunikasi antara perusahaan dengan pemerintah harus terus terjalin. Hubungan baik harus terus terjalin sehingga berbagai persoalan yang dihadapi bisa terselesaikan degan baik. Karena bisa saja ada visi yang berbeda antara perusahan juga pemerintah. Visi yang berbeda itu, harus disatukan, diketemukan sehingga memberi jalan yang bagus bagi perusahaan juga bagi Negara.
Yang paling penting adalah harus fleksibel, terutama dalam industri ini (pertambangan). Apalagi bagi perusahaan asing, yang berada dalam kultur dan budaya yang berbeda, penyesuaian terhadap kultur lokal, sangat penting.
Selain itu, pemerintah pun harus konsisten dalam setiap kebijakan yang dikeluarkan, karena investor mengharapkan adanya kepastian dalam aturan. Kalau konsisten dan kepastian aturan bisa dijalankan, maka baik pemerintah dan perusahaan bisa jalan bersama dan sama-sama bisa memperoleh keuntungan.
Apa Kiat Anda untuk mengembangkan Salva Resources di Indonesia?
Yang pertama adalah memilih orang yang benar. Bisnis ini tidak akan berjalan tanpa adaya orang-orang (karyawan). Khususnya perusahaan konsultan. Saat ini, kami memiliki orang-orang yang tepat.
Kemudian yang kedua adalah fleksibel. Saya tahu, banyak yang mengatakan, bisnis ini sulit. Tetapi jika patuhi aturan, lebih fleksibel, dan respek terhadap orang lain, maka akan berjalan dengan baik. Saya selalu katakan kepada karyawan juga kepada klien saya, tidak ada yang sulit kok, nothing is difficult.
Apa yang ingin Anda capai dengan Salva di masa datang?
Saya ingin perusahaan ini terus maju dengan karyawan yang terus bertambah jumlahnya sampai ratusan orang. Itu visi saya, kemudian terus menjaga budaya, sebagai perusahaan besar dan terdepan di pasar konsultan.
Saya ingin, ketika ada yang bertanya untuk melakukan kegiatan usaha pertambangan di Indonesia, maka yang pertama didatangi adalah Salva Resources. Saya yakinkan bahwa kami memiliki karyawan lokal yang sangat bagus, saya ingin perusahaan ini menjadi perusahaan Indonesia yang terkenal dan terpercaya dengan dihuni oleh karyawan dari Indonesia. Dengan klien multinasional.
Sebenarnya, apa arti Salva itu?
Tidak ada artinya. Ini bermula dari dua anak muda memulai perusahaan. Sedang duduk-duduk, kemudian berencana membentuk perusahaan ini, lalu munculah nama Salva sebagai nama perusahaan. Jadi Salva berdiri sendiri, tanpa ada makna atau arti khusus dari namanya. Banyak juga orang yang bertanya seperti ini, dan lagi-lagi saya kata-kan, tidak ada artinya, hanya Salva saja.
***
Bruce bercerita tentang Garut, tempat kelahiran istri-nya sebagai sebuah tempat yang indah, nyaman, dengan orang-orang yang sangat baik dan ramah. Di Garut ia bisa menikmati pemandian air panas. Ia juga bercerita, kadang bertemu dengan orang Garut yang berprofesi sebagai tukang pangkas rambut. Kadang ia juga disapa, bertanya, kapan pulang kampung lagi. Selain Garut, ia juga sangat menyukai Bandung, ibu kota Jawa Barat.
Dimana bertemu gadis Garut yang kini menjadi istri Anda itu?
Dulu, saya bekerja di perusahaan alat berat, Hexindo. Dia kebetulan menjadi sekretaris di perusahaan tersebut. Bayangkan, untuk bisa mendapatkan dia, membutuhkan waktu 4 tahun. Ini bukan perjuangan yang mudah kan?. Mungkin kalau di negara saya, tidak sesulit ini untuk bisa mendapatkan perempuan, tetapi itulah perjuangan yang harus saya lalui. Kini, saya sudah dikarunai seorang gadis belia yang cantik, berusia 7 tahun.
Anda terlihat sangat memahami budaya Indonesia, darimana Anda belajar?
Saya pertama kali ke Indonesia tahun 1992, saat melakukan bisnis di Singapura, saat itu perusahaan tempat saya bekerja, mengcover kegiatan di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Saya kemudian mulai bekerja dan menetap di Indonesia sejak 1997-1998. Yang memudahkan saya adalah, latar belakang saya dari New Zealand. Disana, kami juga memiliki kultur yang beragam, dengan masyarakat dari berbagai negara, kami juga memiliki suku asli di sana, Suku Maori. Nah, ketika datang ke Indonesia dengan ma-syarakat yang beragam, tidak terlalu menyulitkan bagi saya. Ini memudahkan saya berada di Indonesia. Tetapi memang, sampai sekarang saya masih terus belajar, tentang orang-orang Indonesia dan kulturnya. Istri saya menjadi tempat saya belajar tentang budaya Indonesia
Tempat mana saja di Indonesia yang sudah Anda kun-jungi?
Sudah banyak tempat di Indonesia yang saya kunjungi, saya 2 tahun di Sumatera, kemudian di Balikpapan juga dua tahun. Juga pernah ke Merauke dan beberapa tempat lain di Indonesia. Saya terakhir menjadi manager di salah satu perusahaan di Balikpapan. Banyak pengalaman ketika saya di sana.
Kebetulan perusahaan terakhir saya bekerja bergerak di sektor jasa pengangkutan dan pengiriman barang. Pekerjaan utamanya membawa barang pesanan melewati sungai. Saat melintas sungai, masih banyak terlihat buaya yang melintas. Ini benar-benar pengalaman yang berkesan.
Apa pengalaman berkesan Anda selama tinggal di Indonesia?
Pengalaman yang paling berkesan adalah ketika menikah. Saya menikah di Masjid Istiqlal, ini pengalaman yang berkesan dalam hidup saya. Saya mempelajari bagaimana menjadi seorang muslim dan saya sangat terkesan dan memberi apresiasi yang tinggi.
Sejujurnya, saya menjadi muslim bukan hanya karena menikah dengan istri saya. Tetapi lebih karena sebelumnya saya tidak memiliki satu keyakinan yang tetap. Saya tidak pernah fokus untuk satu keyakinan tertentu. Sehingga ketika saya memeluk Islam, mempelajari keyakinan ini, saya merasakan sangat fantastis.
Apakah Anda juga melakukan ritual mudik?
Oh iya, pulang ke Garut, sambil membawa banyak oleh-oleh di mobil buat keluarga di rumah. Pulang kampung adalah ritual yang mengasyikyan, kumpul bersama keluarga besar. Ini sesuatau yang luar biasa dan hanya terjadi di sini. Saya bahkan tidak punya pikiran untuk balik ke New Zealand.
Saya sangat menyukai Indonesia, orang-orang dengan keramahan serta budaya dan tradisinya. Selain itu, tantangan yang ada di sini, membuat saya terus bertahan untuk tinggal di Indonesia.
Indonesia sebenarnya sudah berada dalam arah yang benar. Tetapi kadang kita masih melihat adanya praktek korupsi yang terjadi. Satu sisi kita melihat kekayaan alam yang melimpah di sini. Namun pada sisi lain, kita melihat masih banyak orang miskin di sekitar kita. Ini sangat mengecewakan dan tidak adil. Harus ada yang diubah, harus fokus untuk mengurangi dan memberantas korupsi.
Bruce menceritakan, untuk meminimalisir perilaku korupsi, harus dimulai dari diri sendiri dan orang-orang terdekat. Karena itu, nilai-nilai kejujuran dan integritas selalu ia terapkan kepada karyawannya. Ia mengaku, sangat tidak mentolerir kegiatan penyimpangan apapun namanya, sekecil apapun. Sebagai seorang muslim, aku-nya nilai ini selalu ia terapkan dan mengedepankan azas profesionalisme.
Religiusitas imbuhnya merupakan sesuatu yang melekat dalam keseharian aktivitas kita, apapun pekerjaan yang kita lakukan. Nilai ini yang harusnya tetap dipegang teguh, kapanpun dan dimanapun. Karena itu ia mencoba untuk menjaga keseimbangan ini dalam kesehariannya.
Anda kelihatan sangat humoris?
Ya, begitulah. Setiap pagi, sekitar jam 9, kami selalu ada pertemuan. Selalu melakukan evalusai dan rencana kerja, dalam pertemuan tersebut selalu terselip humor-humor segar. Kami sangat menikmati ini dan membuat kami bisa memulai hari dengan baik. Terlebih lagi, sebelum sampai kantor, kita menghadapi lalu lintas yang macet di Jakarta. Jadi humor akan merealisasi ketegangan saat di jalan.
Saya selalu mengemudi sendiri dan tiap hari melewati kemacetan tersebut. Tetapi saya menikmati saja, akhirnya bisa sampai kantor juga, alhamdulillah. Jadi keruwetan apapun, kondisi apapun, tetapi kalau bisa dinikmati, semua akan berjalan dengan baik.
Apakah mengemudi itu hobi anda?
Hmm, travelling adalah bagian dari pekerjaan yang saya lakoni. Berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Dari Singapura, Australia dan tempat lain, saya sangat menikmatinya perjalanan tersebut.
Punya hobi khusus?
Sebagai orang yang berasal dari New Zealand, hobi saya adalah Rugby. Tapi sayang, saya tidak bisa main lagi di sini. Mungkin juga karena faktor usia dan tidak ada tempat untuk bermain. Jadi hanya menikmati pertandingan rugby di televisi saja.
Dimana Anda menghabiskan waktu liburan ?
Kadang ke Bali, atau beberapa tempat lain di Indonesia. Jujur saya katakan, banyak tempat yang bagus dan indah di Indonesia yang harus dikunjungi. Anak saya sangat suka dan menikmati sekolah di sini, punya beberapa teman. Dan saya memilih untuk tetap berada di Indonesia dan mengunjungi tempat-tempat wisata di sini.
Apa yang Anda kerjakan di hari Sabtu atau Minggu?
Saya suka olahraga, jogging. Pekerjaan saya menuntut saya banyak duduk sehingga saya harus mengimbangi dengan olahraga, harus aktif. Kebetulan saya tinggal tidak jauh dari Taman Mini, jadi saya manfaatkan hari Sabtu-Minggu saya untuk jogging di areal taman mini atau kadang ke Sentul.
Kalau bermain Golf?
Ouh, tidak. Saya sangat payah, saya tidak terlalu suka olahraga ringan, kurang menantang. Hehehe. Saya lebih suka olahraga yang menuntut kerja fisik lebih, bergerak cepat, seperti rugby atau sepakbola yang selalu bergerak.
Siapa orang yang paling berpengaruh dalam hidup Anda?
Tentu saja, kedua orang tua saya dan juga istri saya. Orang tua saya memberi pelajaran hidup bagaimana menghargai orang lain. Sementara istri saya dia adalah orang yang cerdas dan rajin. Tidak mudah menikah dengan pria yang berkebangsaan lain. Dan dia memberikan perspektif lain dalam hidup saya.
Istri saya memberi pengalaman bagi saya bagaimana hidup bersama orang yang berbeda kebangsaan, dengan kultur dan budaya yang berbeda. Bagi saya, dia adalah orang yang memberi impact terbesar dalam hidup saya dalam 10 tahun terakhir ini. Dan sampai saat ini, dia terus memberi arahan bagi saya, menuju jalur yang benar. Saya masih melakukan kesalahan, dialah yang selalu mengarahkan
Nothing Is Difficult
Bruce Anthony Mckay, pria kelahiran Negara kepulauan, New Zealand, sudah lebih dari 10 tahun tinggal di Indonesia. Indonesia, telah banyak mencuri perhatiannya. Ia pun memutuskan untuk terus berada di Indonesia, selain karena hatinya sudah terpaut dengan mojang Garut, Jawa Barat, berbagai tantangan dan peluang di Indonesia membuat hatinya tertambat dan ingin terus berada di Indonesia. ”Negeri ini sangat kaya dengan potensi sumber daya alamnya, sayang praktek korupsi masih marak terjadi, sehingga ketidakadilan jelas terpampang di depan mata, ada yang hidup kaya bergelimang harta, tetapi tidak sedikit yang hidup dibawah garis kemiskinan,” ungkapnya.
Tak perlu waktu lama untuk bisa akrab dengan Bruce. Kehangatan, keramahan dan selera humor membuat siapa saja yang baru berkenalan dengannya bisa sangat cepat akrab. Berbekal pengalaman lebih dari 10 tahun berada di Indonesia serta latar belakang multikultur di negeri asalnya, membuatnya sangat memahami budaya Indonesia.
Dengan semua sifatnya itu, Bruce terlihat awet muda. Setiap meeting dengan karyawannya, atau kliennya selalu terlontar joke-joke segar. Dia meyakini segala persoalan, betapapun sulitnya bisa diurai. ”Saya selalu katakan kepada karyawan juga kepada klien saya, tidak ada yang sulit kok, nothing is difficult,” ujarnya, kini dengan mimik serius
kepada Hidayat Tantan, Abraham Lagaligo, Alamsyah Pua Saba dan Taufiequrrohman dari Majalah TAMBANG. Pria yang sejak 2011 menjabat Country Manager Salva Resources, perusahaan konsultan di sektor pertambangan ini, berbagi cerita, termasuk ritual tahunan yang banyak dilakoni masyarakat Indonesia, mudik saat lebaran. Berikut obrolannya:
Bisa diceritakan tentang Salva Resources?
Salva Resources merupakan perusahaan konsultan di sektor pertambangan. Kehadiran perusahaan ini bermula dari dan dimotori anak muda yang Salva menyediakan berbagai konsultasi untuk sektor pertambangan dan terus memperluas posisinya di pasar global. Perusahaan ini didukung oleh tenaga profesional yang sangat memahami industri pertambangan, mulai dari tenaga geologis, eksplorasi, penilaian sumberdaya, perencanaan tambang sampai studi pasar tentang produk yang dihasilkan.
memiliki visi bagus. Dalam 4 tahun sejak berdiri, kini Salva Resourves sudah memiliki kantor di beberapa kota di berbagai negara di Brisbane, Australia, Jakarta, Calcuta, London, Zimbabwe serta Mongolia.
Selain itu, kami juga melayani untuk mewakili klien kami melakukan due diligent dan melakukan studi teknis secara komprehensif. Kombinasi tim yang profesional, dan sokongan jaringan internasional yang kami miliki, membuat perusahan ini terus berkembang.
Di Indonesia sendiri, kami baru mulai sekitar 2 tahun. Dan di sini, kami benar-benar mulai dari nol dan tidak ada klien. Kami mengawali perusahaan di Indonesia dengan 11 karyawan dan kini sudah ada 22 karyawan. Setiap bulan, terus bertumbuh dengan klien yang terus ada. Kami melayani berbagai perusahaan, mulai dari perusahaan besar ataupun perusahaan kecil, nasional maupun multinasional. Kami mencoba memfasilitasi semua perusahaan sesuai dengan keinginan mereka.
Mengapa memilih Indonesia?
Kami memilih Indonesia karena negara ini sudah terkenal memiliki potensi pertambangan yang besar. Indonesia, terkenal sebagai pengekspor batubara terbesar, produsen beberapa komoditi pertambangan yang sangat besar. Jadi, pilihan ke Indonesia karena kami melihat Indonesia merupakan pasar yang besar.
Siapa klien pertama Anda di Indonesia?
Sebenarnya ada beberapa klien kecil yang kami miliki, tetapi untuk klien besar yang pertama yang kami miliki yakni Bayan Resources. Jadi Bayan adalah kontrak pertama untuk perusahaan besar yang kami lakukan. Dari Bayan kemudian terus mengalir beberapa perusahaan lain, nasional maupun multinasional juga perusahaan yang berasal dari India, karena kami memiliki koneksi dengan perusahaan-perusahaan dari India.
Memang harus saya akui, untuk bisa mendapatkan klien besar seperti Bayan, bukanlah hal mudah, tetapi kami berhasil meyakinkan mereka bahwa keinginan mereka akan bisa terpenuhi, baik dari sisi budgeting maupun hal teknis lainnya. Akhirnya, kontrak dengan Bayan bisa terjadi.
Apakah ada hambatan dalam atmosfir Indonesia untuk perusahan anda?
Untuk perusahaan konsultan seperti kami, tidak terlalu ada hambatan berarti. Bukan hambatan yang saya lihat, tetapi memang harus diakui, menjalankan bisnis di Indonesia memang tidak mudah. Karena ada birokrasi yang harus dilewati. Saya melihat justru yang menjadi persoalan adalah pasar, terutama dengan keterbatasan infrastruktur, sehingga cukup beresiko.
Apa pendapat anda tentang industri pertambangan di Indonesia?
Saya pikir, pertambangan Indonesia terus tumbuh dan saat ini berada dalam performa terbaiknya. Ada banyak tantangan, peluang yang diberikan pemerintah melalui peraturan yang dibuat. Aturan tersebut ada yang sudah sangat bagus tetapi ada pula yang perlu penyempurnaan. Namun yang paling penting menyikapi aturan itu adalah kita harus lebih fleksibel.
Modal pengetahuan tentang kondisi baik budaya, politik dan bagaimana menghadapi aturan inilah yang menjadi kekuatan utama Salva Resources di Indonesia. Saya bisa pastikan itu kepada klien, karena saya sudah cukup lama berada di Indonesia.
Tantangan yang ada di Indonesia inilah yang membuat kami terus terpacu untuk memberikan pelayanan terbaik kami. Ini tidak mudah, tetapi tidak berarti tidak bisa dijalankan. Saya melihatnya sebagai sebuah tantangan yang harus dihadapi. Setiap hari adalah tantangan, bahkan dalam perjalanan ke kantorpun ada tantangan, karena menghadapi kemacetan Jakarta, tetapi justru kita harus menikmati kondisi ini.
Banyak yang mengatakan, aturan baru disektor pertambangan cukup menyulitkan. Bagaimana pandangan Anda?
Saya kira, tidak sepenuhnya benar. Seperti sudah saya katakan, saya melihat hal tersebut sebagai sebuah tantangan. Setiap negara pasti ada aturannya, mulai dari pajak dan sebagainya. Itu adalah bagian dari bisnis yang dijalani. Selama kita pastikan bahwa bisnis yang kita jalani mampu memenuhi aturan yang ditentukan, bisnis kita akan terus berjalan.
Harapan Anda untuk industri pertambangan di Indonesia?
Saya kira perusahaan harus terus menjalin hubungan dengan pemerintah, komunikasi antara perusahaan dengan pemerintah harus terus terjalin. Hubungan baik harus terus terjalin sehingga berbagai persoalan yang dihadapi bisa terselesaikan degan baik. Karena bisa saja ada visi yang berbeda antara perusahan juga pemerintah. Visi yang berbeda itu, harus disatukan, diketemukan sehingga memberi jalan yang bagus bagi perusahaan juga bagi Negara.
Yang paling penting adalah harus fleksibel, terutama dalam industri ini (pertambangan). Apalagi bagi perusahaan asing, yang berada dalam kultur dan budaya yang berbeda, penyesuaian terhadap kultur lokal, sangat penting.
Selain itu, pemerintah pun harus konsisten dalam setiap kebijakan yang dikeluarkan, karena investor mengharapkan adanya kepastian dalam aturan. Kalau konsisten dan kepastian aturan bisa dijalankan, maka baik pemerintah dan perusahaan bisa jalan bersama dan sama-sama bisa memperoleh keuntungan.
Apa Kiat Anda untuk mengembangkan Salva Resources di Indonesia?
Yang pertama adalah memilih orang yang benar. Bisnis ini tidak akan berjalan tanpa adaya orang-orang (karyawan). Khususnya perusahaan konsultan. Saat ini, kami memiliki orang-orang yang tepat.
Kemudian yang kedua adalah fleksibel. Saya tahu, banyak yang mengatakan, bisnis ini sulit. Tetapi jika patuhi aturan, lebih fleksibel, dan respek terhadap orang lain, maka akan berjalan dengan baik. Saya selalu katakan kepada karyawan juga kepada klien saya, tidak ada yang sulit kok, nothing is difficult.
Apa yang ingin Anda capai dengan Salva di masa datang?
Saya ingin perusahaan ini terus maju dengan karyawan yang terus bertambah jumlahnya sampai ratusan orang. Itu visi saya, kemudian terus menjaga budaya, sebagai perusahaan besar dan terdepan di pasar konsultan.
Saya ingin, ketika ada yang bertanya untuk melakukan kegiatan usaha pertambangan di Indonesia, maka yang pertama didatangi adalah Salva Resources. Saya yakinkan bahwa kami memiliki karyawan lokal yang sangat bagus, saya ingin perusahaan ini menjadi perusahaan Indonesia yang terkenal dan terpercaya dengan dihuni oleh karyawan dari Indonesia. Dengan klien multinasional.
Sebenarnya, apa arti Salva itu?
Tidak ada artinya. Ini bermula dari dua anak muda memulai perusahaan. Sedang duduk-duduk, kemudian berencana membentuk perusahaan ini, lalu munculah nama Salva sebagai nama perusahaan. Jadi Salva berdiri sendiri, tanpa ada makna atau arti khusus dari namanya. Banyak juga orang yang bertanya seperti ini, dan lagi-lagi saya kata-kan, tidak ada artinya, hanya Salva saja.
***
Bruce bercerita tentang Garut, tempat kelahiran istri-nya sebagai sebuah tempat yang indah, nyaman, dengan orang-orang yang sangat baik dan ramah. Di Garut ia bisa menikmati pemandian air panas. Ia juga bercerita, kadang bertemu dengan orang Garut yang berprofesi sebagai tukang pangkas rambut. Kadang ia juga disapa, bertanya, kapan pulang kampung lagi. Selain Garut, ia juga sangat menyukai Bandung, ibu kota Jawa Barat.
Dimana bertemu gadis Garut yang kini menjadi istri Anda itu?
Dulu, saya bekerja di perusahaan alat berat, Hexindo. Dia kebetulan menjadi sekretaris di perusahaan tersebut. Bayangkan, untuk bisa mendapatkan dia, membutuhkan waktu 4 tahun. Ini bukan perjuangan yang mudah kan?. Mungkin kalau di negara saya, tidak sesulit ini untuk bisa mendapatkan perempuan, tetapi itulah perjuangan yang harus saya lalui. Kini, saya sudah dikarunai seorang gadis belia yang cantik, berusia 7 tahun.
Anda terlihat sangat memahami budaya Indonesia, darimana Anda belajar?
Saya pertama kali ke Indonesia tahun 1992, saat melakukan bisnis di Singapura, saat itu perusahaan tempat saya bekerja, mengcover kegiatan di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Saya kemudian mulai bekerja dan menetap di Indonesia sejak 1997-1998. Yang memudahkan saya adalah, latar belakang saya dari New Zealand. Disana, kami juga memiliki kultur yang beragam, dengan masyarakat dari berbagai negara, kami juga memiliki suku asli di sana, Suku Maori. Nah, ketika datang ke Indonesia dengan ma-syarakat yang beragam, tidak terlalu menyulitkan bagi saya. Ini memudahkan saya berada di Indonesia. Tetapi memang, sampai sekarang saya masih terus belajar, tentang orang-orang Indonesia dan kulturnya. Istri saya menjadi tempat saya belajar tentang budaya Indonesia
Tempat mana saja di Indonesia yang sudah Anda kun-jungi?
Sudah banyak tempat di Indonesia yang saya kunjungi, saya 2 tahun di Sumatera, kemudian di Balikpapan juga dua tahun. Juga pernah ke Merauke dan beberapa tempat lain di Indonesia. Saya terakhir menjadi manager di salah satu perusahaan di Balikpapan. Banyak pengalaman ketika saya di sana.
Kebetulan perusahaan terakhir saya bekerja bergerak di sektor jasa pengangkutan dan pengiriman barang. Pekerjaan utamanya membawa barang pesanan melewati sungai. Saat melintas sungai, masih banyak terlihat buaya yang melintas. Ini benar-benar pengalaman yang berkesan.
Apa pengalaman berkesan Anda selama tinggal di Indonesia?
Pengalaman yang paling berkesan adalah ketika menikah. Saya menikah di Masjid Istiqlal, ini pengalaman yang berkesan dalam hidup saya. Saya mempelajari bagaimana menjadi seorang muslim dan saya sangat terkesan dan memberi apresiasi yang tinggi.
Sejujurnya, saya menjadi muslim bukan hanya karena menikah dengan istri saya. Tetapi lebih karena sebelumnya saya tidak memiliki satu keyakinan yang tetap. Saya tidak pernah fokus untuk satu keyakinan tertentu. Sehingga ketika saya memeluk Islam, mempelajari keyakinan ini, saya merasakan sangat fantastis.
Apakah Anda juga melakukan ritual mudik?
Oh iya, pulang ke Garut, sambil membawa banyak oleh-oleh di mobil buat keluarga di rumah. Pulang kampung adalah ritual yang mengasyikyan, kumpul bersama keluarga besar. Ini sesuatau yang luar biasa dan hanya terjadi di sini. Saya bahkan tidak punya pikiran untuk balik ke New Zealand.
Saya sangat menyukai Indonesia, orang-orang dengan keramahan serta budaya dan tradisinya. Selain itu, tantangan yang ada di sini, membuat saya terus bertahan untuk tinggal di Indonesia.
Indonesia sebenarnya sudah berada dalam arah yang benar. Tetapi kadang kita masih melihat adanya praktek korupsi yang terjadi. Satu sisi kita melihat kekayaan alam yang melimpah di sini. Namun pada sisi lain, kita melihat masih banyak orang miskin di sekitar kita. Ini sangat mengecewakan dan tidak adil. Harus ada yang diubah, harus fokus untuk mengurangi dan memberantas korupsi.
Bruce menceritakan, untuk meminimalisir perilaku korupsi, harus dimulai dari diri sendiri dan orang-orang terdekat. Karena itu, nilai-nilai kejujuran dan integritas selalu ia terapkan kepada karyawannya. Ia mengaku, sangat tidak mentolerir kegiatan penyimpangan apapun namanya, sekecil apapun. Sebagai seorang muslim, aku-nya nilai ini selalu ia terapkan dan mengedepankan azas profesionalisme.
Religiusitas imbuhnya merupakan sesuatu yang melekat dalam keseharian aktivitas kita, apapun pekerjaan yang kita lakukan. Nilai ini yang harusnya tetap dipegang teguh, kapanpun dan dimanapun. Karena itu ia mencoba untuk menjaga keseimbangan ini dalam kesehariannya.
Anda kelihatan sangat humoris?
Ya, begitulah. Setiap pagi, sekitar jam 9, kami selalu ada pertemuan. Selalu melakukan evalusai dan rencana kerja, dalam pertemuan tersebut selalu terselip humor-humor segar. Kami sangat menikmati ini dan membuat kami bisa memulai hari dengan baik. Terlebih lagi, sebelum sampai kantor, kita menghadapi lalu lintas yang macet di Jakarta. Jadi humor akan merealisasi ketegangan saat di jalan.
Saya selalu mengemudi sendiri dan tiap hari melewati kemacetan tersebut. Tetapi saya menikmati saja, akhirnya bisa sampai kantor juga, alhamdulillah. Jadi keruwetan apapun, kondisi apapun, tetapi kalau bisa dinikmati, semua akan berjalan dengan baik.
Apakah mengemudi itu hobi anda?
Hmm, travelling adalah bagian dari pekerjaan yang saya lakoni. Berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Dari Singapura, Australia dan tempat lain, saya sangat menikmatinya perjalanan tersebut.
Punya hobi khusus?
Sebagai orang yang berasal dari New Zealand, hobi saya adalah Rugby. Tapi sayang, saya tidak bisa main lagi di sini. Mungkin juga karena faktor usia dan tidak ada tempat untuk bermain. Jadi hanya menikmati pertandingan rugby di televisi saja.
Dimana Anda menghabiskan waktu liburan ?
Kadang ke Bali, atau beberapa tempat lain di Indonesia. Jujur saya katakan, banyak tempat yang bagus dan indah di Indonesia yang harus dikunjungi. Anak saya sangat suka dan menikmati sekolah di sini, punya beberapa teman. Dan saya memilih untuk tetap berada di Indonesia dan mengunjungi tempat-tempat wisata di sini.
Apa yang Anda kerjakan di hari Sabtu atau Minggu?
Saya suka olahraga, jogging. Pekerjaan saya menuntut saya banyak duduk sehingga saya harus mengimbangi dengan olahraga, harus aktif. Kebetulan saya tinggal tidak jauh dari Taman Mini, jadi saya manfaatkan hari Sabtu-Minggu saya untuk jogging di areal taman mini atau kadang ke Sentul.
Kalau bermain Golf?
Ouh, tidak. Saya sangat payah, saya tidak terlalu suka olahraga ringan, kurang menantang. Hehehe. Saya lebih suka olahraga yang menuntut kerja fisik lebih, bergerak cepat, seperti rugby atau sepakbola yang selalu bergerak.
Siapa orang yang paling berpengaruh dalam hidup Anda?
Tentu saja, kedua orang tua saya dan juga istri saya. Orang tua saya memberi pelajaran hidup bagaimana menghargai orang lain. Sementara istri saya dia adalah orang yang cerdas dan rajin. Tidak mudah menikah dengan pria yang berkebangsaan lain. Dan dia memberikan perspektif lain dalam hidup saya.
Istri saya memberi pengalaman bagi saya bagaimana hidup bersama orang yang berbeda kebangsaan, dengan kultur dan budaya yang berbeda. Bagi saya, dia adalah orang yang memberi impact terbesar dalam hidup saya dalam 10 tahun terakhir ini. Dan sampai saat ini, dia terus memberi arahan bagi saya, menuju jalur yang benar. Saya masih melakukan kesalahan, dialah yang selalu mengarahkan

(0) komentar
Berita Lain





