*Khusus rubrikasi berlangganan
REGULASI | KLINIK MINERBA E-MAGAZINE | FOKUS TAMBANG Sign in
TAMBANG, 03 November 2008 | 20.58
Mangan Menguntit Industri Baja

Egenius Soda
egen@tambang.co.id

Prospek market mangan sangat bergantung pada industri baja dunia. Saat ini 90 persen produksi mangan masih dikonsumsi industri baja. China menjadi konsumer terbesar sementara China, Afrika Selatan dan Ukraina merupakan produsen mangan terbesar dunia

Mangan merupakan salah satu produk pertambangan dengan kegunaan luar biasa. Komoditi yang termasuk dalam kelompok dua belas mineral di kulit bumi menjadi bahan baku yang tidak tergantikan di industri baja dunia. Ferro Mangan dan Silico Mangan merupakan dua bentuk mangan yang banyak digunakan industri baja.

Mangan juga digunakan untuk produksi baterai kering, keramik, gelas dan kimia. Sebagian besar produksi mangan dunia saat ini diserap industri baja. Ada 90 persen dari total produksi mangan dunia kini digunakan di industri baja. Dengan komposisi seperti itu, dapat dipastikan supply dan demand mangan dunia bergantung pada supply dan demand baja.

Berdasarkan data Roskill Metal, produksi baja dunia dalam beberapa tahun ini terus meningkat. Pada 2008, Permintaan baja dunia bertumbuh mendekati 7 persen. Sementara pada 2015 diperkirakan permintaan baja meningkat 4 sampai 5 persen dari yang sekarang. Sementara berdasarkan data International Iron dan Steel Institute produksi baja dari 67 negara mengalami pertumbuhan 10,2 persen dari tahun 2006.

Permintaan baja dunia yang menunjukan performa terbaiknya dipicu akselerasi pertumbuhan ekonomi dari beberapa negara. Pertumbuhan yang demikian pesat terjadi pada beberapa sektor industri yang berbahan baku baja seperti industri automotif. Selain itu pembangunan infrastruktur yang giat dilakukan beberapa negara juga memicu permintaan baja dunia meningkat.

Selama ini motor penggerak dari peningkatan permintaan baja adalah dua negara yang memang disebut sebut sebagai the miracle country yang juga berpopulasi penduduk terbesar dunia yakni China dan India. Negara lain yang permintaan bajanya meningkat diantaranya berasal dari kawasan Asia pasifik seperti Jepang, Korea Selatan dan Taiwan. Juga ada beberapa negara di Timur Tengah, Eropa Timur dan Amerika Latin.

Peningkatan permintaan baja tersebut turut mengerek permintaan mangan. Konsumsi mangan pada 2007 mengalami peningkatan secara luar biasa yakni mencapai kurang lebih 80 persen lebih besar dibanding 2006. Dan jenis campuran Silicon Mangan merupakan jenis campuran mangan dengan pertumbuhan permintaan yang paling cepat dan besar. Tahun ini perkiraan prosentase pertumbuhannya mencapai 4 persen.

Asia Pasifik, Konsumen Prospektif

Asia Pasifik merupakan negara dengan pertumbuhan terbesar dan tercepat sebagai pengkonsumsi ferro-mangan dan silico mangan. Di tahun 2007, wilayah ini mengkonsumsi 1,6 juta metrik ton dan diperkirakan akan mencapai 2,2 juta ton pada 2010.

GIAs sebuah lembaga penelitian komoditi dalam laporan hasil penelitian dengan Judul "Manganese: A Global Strategic Business Report" membuat analisa pasar atasnya. Berdasarkan data dan analisis tersebut dipastikan bahwa beberapa negara seperti Amerika Serikat, Jepang, Jerman, Kanada , Prancis, Italia dan beberapa negara lain akan menjadikan Asia Pasific sebagai pasar potensial.

China, Afrika Selatan dan Ukraina, Rajai Mangan Dunia

Dengan permintaan baja dunia yang bertumbuh pesat, Roskill Metal memperkirakan permintaan mangan dunia pun bakal mencapai angka 18 sampai 19 ribu metrik ton per tahun pada 2015 nanti. Hingga saat ini negara dengan permintaan tertinggi tidak lain China. Berdasarkan data resmi dari Pemerintahan China volume import pada kuartal pertama sebesar 1,793,577 tonnes atau meningkat 30% dari 1,375,873 ton pada kuarta pertama di 2007.

Bila pada kuartal perta 2007 ada 13 negara yang mengeksport biji mangan ke China maka terjadi tambahan pada kuartal 2008. Pada 2007, ada 8 negara yang mengekspor sebanyak 10.000 ton namun di kuartal pertama 2008 bertambah menjadi 12 negara. Dan Australia, Afrika Selatan dan Gabon merupakan negara yang menjadi penyuplay terbesar.

Selain itu ada juga India dan Rusia yang kemudian disusul negeri Paman Sam, Amerika Serikat, Jepang dan beberapa negara di belahan barat Eropa.

Berdasarkan hasil ekploitasi terlihat lebih dari 80 persen cadangan mangan terdapat di Afrika Selatan dan Ukraina. Kedua negara ini menguasai 60 persen produksi mangan dunia. Dengan demikian terjadi pergeseran dalam komposisi negara produse. Pada 2006 lalu, China masih yang terdepan. Namun saat ini Selain itu negara dengan cadangan besar juga adalah China, Australia, Brazil, Gabon, India dan Meksiko.

Dalam hal produksi, disebutkan pada dekade 1990-an beberapa negara produsen mangan dunia seperti Kanada dan Amerika Serikat telah menggurangi volume produksinya. Hal yang sama dilakukan Jepang dan Jerman yang memangkas hasil produksi baja ketika harga baja mengalami koreksi yang dalam.

Sementara itu pada 2001 telah terjadi over capacity di China dan Uni Soviet. Hal ini yang membuat Negeri Panda tersebut akhirnya memutuskan menutup beberapa perusahaan pertambangan Mangan yang tidak memberi keuntungan. Dan dalam beberapa waktu ini, hampir dipastikan tidak ada pertambangan mangan baru dengan skala besar yang dibangun.

Berdasarkan laporan International Manganese Institute prospek permintaan mangan dalam beberapa tahun ke depan terus mengalami pertumbuhan. Ada beberapa catatan penting dari laporan tersebut. Pertama bahwa mangan untuk kebutuhan baja akan bertumbuh lebih cepat dari rata rata.

Hal kedua menyebutkan konsumsi mangan dunia terus mengalami pertumbuhan yang didorong permintaan baja yang akan bertumbuh lebih dari 2 persen. Dan faktor keempat yang menjadikan prospek mangan dunia kian cerah ke depan adalah makin kecilnya tingkat resiko dari usaha ini dalam sepuluh sampai limabelas tahun ke depan.

Hingga kini ada beberapa perusahaan papan atas yang memproduksi mangan diantaranya BHP Billiton yang mensupply 17 persen produksi mangan dunia. Selain itu ada juga ada Privat, Eramet, Vale (formerly CVRD) dan Assmang.

Privat merupakan perusahaan pertambangan mangan yang menguasai produksi mangan Ukraina. Saat ini perusahaan dari Eropa Timur tersebut tengah giat melakukan ekspansi usaha diantaranya ke Gerogia dan Ghana, Afrika.

Di ranah Afrika tepatnya di Ghana tersebut, Privat memperkuat cengkramannya setelah sukses mengakuisisi GIMC, salah satu perusahaan pertambangan mangan nasional dari salah satu negara di Benua Hitam tersebut. Diharapkan produksi magan dari Ghana ini akan menyerbu pasar China yang memang dari sisi demand sangat tinggi.

Sementara kebanyakan pertambangan mangan di Australia dan Afrika Selatan dikembangkan dalam kerja sama antara BHP Billiton dan Anglo Amerika. Sementara di Brazil, industri mangan didominasi oleh peerusahaan raksasa di sektor pertambangan yakni CVRD, yang juga memiliki usaha pertambangan di Prancis dan Norwegia. Perusahaan pertambangan Eramet menjadi pengusaha pertambangan di Gabon.

Sementara ArcelorMittal, perusahaan baja yang berbasis di Luksemburg mengumumkan telah mendirikan perusahaan patungan dengan Kalgadi Mangan. Perusahaan patungan itu akan mengembangkan tambang Northern Cape di Afrika Selatan dengan produksi 2,4 juta metrik ton sinter yang merupakan bahan baku baja. Tambang ini mengandung cadangan setidaknya sampai 20 tahun.

ArcelorMittal, pengguna campuran mangan terbesar di Eropa, berhak atas separuh produksi mangan Kalagadi. Perusahaan yang memasok 10% kebutuhan baja dunia ini, menjadi partner proyek sejak November. ArcelorMittal memang tengah berupaya menggenjot kemampuannya dalam ketersediaan bahan baku seiring dengan melonjaknya harga baja.

Perusahaan ini juga menegaskan akan membangun pabrik pengelola campuran ferromangan dengan kapasitas 320,000 ton per tahun di Coega Industrial Development Zone dekat pelabuhan Elizabeth, Afrika Selatan.

Hukum pasar berlaku juga di komoditi pertambangan yang satu ini. Dengan permintaan yang terus membubung, harga mangan pun terkerek naik. Roskill Metal menyebutkan pergerakan harga mangan dunia terus berubah. Pada masa lalu, harga kontrak biji mangan sangat dipengaruhi perubahan besar dari harga biji besi.

Saat ini dengan terjadinya keseimbangan antara ketersediaan dan permintaan harga mangan baik harga kontrak maupun harga spot pun dipengaruhi dua hal tersebut.

Pada 2007 harga mangan mencatatkan record tertinggi yang didorong oleh permintaan besar. Di Amerika Serikat sendiri, harga fero mangan megalami pertumbuhan dari US$ 807-837 per ton pada Januari 2007 menjadi 1.673-1,870 pada July 2008. Pada periode yang sama harga Fe-Si-Mn mengalami pertumbuhan dari US$ 860per ton menjadi 2.260 per ton.

Dalam beberapa pekan ini seiring harga minyak dunia, harga baja mengalami koreksi. Dengan demikian ini tentu berpengaruh pada harga mangan.

(Selengkapnya baca Majalah TAMBANG, Edisi Cetak Volume 3 No. 29/Oktober 2008. Bisa didapatkan di toko buku Gramedia, Gunung Agung, dan Carrefour)

icon
Berita Lain
03 November 2008 | 20.58
Ada Tetangga Main di Bangka
03 November 2008 | 20.58
Menyelamatkan Mineral Pinggiran
03 November 2008 | 20.58
Siap Menyambut Nilai Tambah
03 November 2008 | 20.58
Tembaga Perlahan Menanjak
03 November 2008 | 20.58
Utang Amerika Menggerek Emas