*Khusus rubrikasi berlangganan
REGULASI | KLINIK MINERBA E-MAGAZINE | FOKUS TAMBANG Sign in
TAMBANG, 13 Februari 2009 | 09.36
Biaya Eksplorasi INCO Mencapai USD 141,7 Ribu

Egenius Soda
egen@tambang.co.id
Jakarta-TAMBANG
Di saat harga nikel masih di tren melemah, perusahaan pertambangan nikel terbesar Indonesia, PT. International Nickel Indonesia,Tbk (INCO) masih giat melakukan aktivitas eksplorasi. Perusahaan mengumumkan biaya eksplorasi atas empat daerah eksplorasi mencapai USD 141,7 ribu per Januari 2009. Empat daerah ekplorasi yang dimaksud meliputi, Pomala di Kabupaten Kolaka, Kolonodale Kanupaten Morowali, Latao di Kabupaten Kolaka Utara, dan Petea di Kabupaten Luwu Timur.

Rencana aksi perseroan ke depan masih terfokus pada pengembangan empat daerah eksplorasi, meliputi proyek Pomalaa melanjutkan pengeboran geostatistik menggunakan lima Rig, kemudian proyek Petea dengan melanjutkan pengeboran spasi 50 meter di Petea area dengan empat rig. Selanjutnya, proyek Kolonodale melanjutkan pengeboran di Kolonodale dengan tiga rig spasi 100 m.

Seluruh pengeboran direncanakan untuk mendapat komplit laterite profil. Sedangkan, untuk proyek Latao akan melanjutkan directional drilling yakni pengeboran berarah/miring menggunakan dua rig.

icon