*Khusus rubrikasi berlangganan
REGULASI | KLINIK MINERBA E-MAGAZINE | FOKUS TAMBANG Sign in
TAMBANG, 30 Maret 2012 | 12.43
Cina Beri Lampu Hijau Soal Renegosiasi Harga LNG Tangguh

Raden Priyono

Heriyono
heriyono@tambang.co.id

Jakarta-TAMBANG. Pemerintah melalui BP Migas segera melakukan renegosiasi harga jual gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) dari Lapangan Tangguh di Teluk Bintuni, Papua Barat, ke Fujian, Tiongkok.

Sebelumnya, dikabarkan Cina memberikan lampu hijau soal renegosiasi itu, saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berkunjung ke Cina, baru-baru ini. Kepala BP Migas Raden Priyono mengatakan, proses renegosiasi harga jual gas Tangguh dengan Cina akan mulai dilaksanakan semester II-2012.

“Saya dengar hasil dari kunjungan Presiden ke sana sudah ada green light (lampu hijau) dari pemerintah sana (Cina). Renegosiasi akan lebih banyak melalui pembicaraan government to government (G to G),” kata Priyono, di Jakarta, hari ini.

Menurut Priyono, pada akhir 2012, komponen capital cost dari Lapangan Tangguh sudah balik. Sehingga, tahun depan ditaksir penerimaan negara mencapai US$ 300 juta. “Tangguh pada 2013 sudah balik modal. Capital cost sudah balik. Bisa lebih dari US$ 300 juta kalau renegosiasi selesai,” ujar dia.

Saat ini, harga jual LNG dari Lapangan Tangguh ke Fujian hanya sekitar US$ 3,5 per mmbtu. Angka itu jauh di bawah harga pasar saat ini yang mencapai di atas US$ 15 per mmbtu.

icon