*Khusus rubrikasi berlangganan
REGULASI | KLINIK MINERBA E-MAGAZINE | FOKUS TAMBANG Sign in
TAMBANG, 05 April 2012 | 14.35
PHE Incar 8 Blok Migas Di Luar Negeri

Salis Aprilian

Heriyono
heriyono@tambang.co.id

Jakarta-TAMBANG. PT Pertamina Hulu Energi (PHE) tengah mengincar delapan blok minyak dan gas baru di luar negeri. Saat ini, perseroan telah memiliki tujuh blok migas di luar negeri yang bermitra dengan perusahaan migas asing.

Direktur Utama PHE Salis Aprilian mengatakan, adapun kedelapan blok migas di luar negeri yang sedang diincar perseroan berlokasi di Timur Tengah, Thailand, Myanmar, dan Vietnam.

Di satu sisi, lanjut Salis, untuk blok migas di luar negeri yang kini dimiliki perseroan, seperti blok migas SK-305 di Malaysia, saat ini telah memproduksi minyak dan gas bumi. Blok migas SK-305 dimiliki PHE bersama PVEP (Vietnam), dan Petronas Carigali. Petronas merupakan operator di blok itu. “Produksi di Malaysia kebanyakan gas. Saat ini, kami sedang negosiasi untuk harga gas,” kata dia, di Jakarta, hari ini.

Dia menambahkan, sedangkan untuk blok migas 10 dan 11,1 di Vietnam, produksi minyaknya mengalami penurunan dari semula 6.000 barel per hari (bph) kini menjadi 2.000 bph. Sedangkan untuk produksi gasnya saat ini tercatat 200 mmscfd.

Khusus blok BMG di Australia, perseroan mencatata baru bisa memproduksi minyak sebesar 100 bph. Hal itu membuat produksi blok BMG tidak ekonomis. PHE memiliki 10% saham di blok itu. Perseroan kini sedang mengkaji untuk memindahkan sahamnya ke aset lain.

“Untuk blok 17-3 dan 123-3 di Libya dan blok 3-WD di Irak juga masih terhenti, karena pemerintah setempat belum memberikan izin. Blok 13 di Sudan juga masih belum berjalan karena masih ada konflik,” jelas Salis.

icon