*Khusus rubrikasi berlangganan
REGULASI | KLINIK MINERBA E-MAGAZINE | FOKUS TAMBANG Sign in
TAMBANG, 13 April 2012 | 16.05
Dukung Gerakan Bangunan Hijau, Philips Tawarkan Teknologi LED

Sinta Marino, Product Application & Green
Mark Manager, Philips Lighting Commercial,
PT Philips Indonesia (kiri) berbincang dengan
Riris, Marketing Manager, Professional Govern
ment, Industry & OEM, Philips Lighting Com-
mercial, PT Philips Indonesia dalam pameran
GreenRIGHT expo, Jakarta, 13 April 2012.

Taufiequrrohman
taufieq@tambang.co.id

Jakarta-TAMBANG. Produsen lampu Philips, Royal Philips Electronics, terus melakukan inovasi dibidang pencahayaan. Philips menawarkan teknologi mutakhir pencahayaan LED yang hemat energi dan mengurangi emisi karbon. Dengan teknologi baru berbasis LED ini, bisa menghemat 50% dari total konsumsi energi pencahayaan.

Sinta Marino, Product Application & Green Mark Manager, Philips Lighting Commercial, PT Philips Indonesia, menyatakan “Secara global, pencahayaan mengkomsumsi lebih dari 15% dari total konsumsi energi. Dengan teknologi pencahayaan yang baru berbasis LED (Light Emitting Diode) kita sebenarnya bisa menghemat hingga 50% dari total konsumsi energi tersebut; dimana jumlahnya adalah sama dengan menghemat EUR 106 Milyar per tahun; atau 555 juta ton karbon dioksida (CO2) per tahunnya”ujarnya dalam pertemuan media di GreenRIGHT expo, Jakarta, 13 April 2012.

Sinta Marino menuturkan, “Bisnis yang paling kompetitif sekalipun perlu melakukan penghematan di segala bidang. Philips Industry Lighting Solutions menawarkan para produsen cara yang mudah untuk menghemat biaya. Pencahayaan yang efisien dapat mengurangi biaya operasional sampai dengan 53%.

Sebagai salah satu korporasi pemrakarsa GBCI (Green Building Council Indonesia), Philips memandang positif dibentuknya Sistem Penilaian yang formal di Indonesia dengan sebutan GREENSHIP, yang digunakan sebagai tolak ukur penilaian suatu bangunan sebelum diberikan sertifikasi bangunan hijau.

Salah satu aspek peniliaian dalam GBCI Greenship Rating System adalah solusi efisiensi energi. Philips Lighting memungkinkan penghematan biaya dan peningkatan kelangsungan hidup dengan menggunakan pencahayaan LED teknologi mutakhir yang hemat energi dan mengurangi emisi karbon.

Sementara itu, Riris, Marketing Manager, Professional Government, Industry & OEM, Philips Lighting Commercial, PT Philips Indonesia mengatakan “Di berbagai belahan dunia, para produsen mulai beralih kepada Philips Industry Lighting Solutions untuk mendapatkan sertifikasi Bangunan Hijau. Sebagai contoh, pergudangan Aramex di Dubai, Uni Emirat Arab, Philips mengoptimalkan beban pencahayaan hingga 40% lebih kecil dari standar ASHRAE tanpa mengurangi kualitas pencahayaan”tuturnya.

Sebagai contoh di sektor perkantoran, Philips membantu Audi memperbaiki gedung
perkantoran 3 lantai mereka di Jerman dengan konsep pencahayaan yang modern dan efisien, dengan biaya yang lebih murah dan ramah lingkungan. Saat ini,l Audi bisa melakukan penghematan biaya energi hingga 58%,jelas Riris.

LED mentransformasi pencahayaan dengan membuka kemungkinan-kemungkinan baru untuk bagaimana dan dimana pencahayaan artifisial digunakan dan meningkatkan pengalaman manusia. Philips menciptakan pencahayaan yang memberikan nilai lebih, menambah keindahan, meningkatkan keamanan, serta memberikan visibilitas yang lebih baik; dimana kesemua hal tersebut dilakukan dengan mengurangi tingkat panas, daya listrik, dan dampak terhadap lingkungan.

Berikutnya, Jembatan Suramadu adalah contoh bagus bagaimana pencahayaan LED dari Philips telah membantu mentransformasi bangunan bersejarah menjadi suatu objek yang mengagumkan dan aman, serta mampu menanamkan perasaan bangga terhadap penduduk Surabaya dan wilayah sekitarnya.

Contoh lain yang mengagumkan adalah Air Mancur di Palembang. Pencahayaan LED dari Philips telah mengubah air mancur tersebut menjadi sebuah adikarya yang menakjubkan, sebuah objek yang indah untuk dipandang saat matahari mulai terbenam dan pencahayaan warna-warni LED mulai menunjukkan pesonanya.

icon