*Khusus rubrikasi berlangganan
REGULASI | KLINIK MINERBA E-MAGAZINE | FOKUS TAMBANG Sign in
REGULASI | KLINIK MINERBA E-MAGAZINE | FOKUS TAMBANG Sign in
Warning: getimagesize(news/attachements/4thgolfturnamen.swf) [function.getimagesize]: failed to open stream: No such file or directory in /home/majalaht/public_html/attachments-events.php on line 18
Warning: getimagesize(news/attachements/kiss_balilinkrevisi.swf) [function.getimagesize]: failed to open stream: No such file or directory in /home/majalaht/public_html/attachments-events.php on line 18
Alternative content

TAMBANG, 11 Juni 2012 | 14.08
Pemerintah Kaji Ulang Harga Gas Industri
Heriyono
heriyono@tambang.co.id
Jakarta-TAMBANG. Pemerintah akan mengkaji ulang harga gas untuk konsumsi industri/pabrik. Hal itu dilakukan setelah adanya penolakan kenaikan harga gas oleh kalangan industri terhadap harga gas yang ditetapkan PT PGN Tbk
Dirjen Migas Kementerian ESDM Evita Herawati Legowo mengatakan, pemerintah menargetkan sebelum akhir Juni polemik harga gas dapat tertuntaskan. “Kami sudah melakukan pembicaraan sekali, tapi akan terus melakukan perbincangan soal itu (kenaikan harga gas),” kata dia, di Jakarta, hari ini.
Evita menjelaskan, meskipun telah dan akan dilakukan pembicaraan secara intensif, namun pihaknya belum bisa memastikan adanya penurunan harga gas untuk industri atau tetap menggunakan harga seperti sekarang.
Sebelumnya, terhitung bulan ini, harga jual gas dari PGN ke konsumen naik menjadi US$ 10 per mmbtu. Asosiasi Pengusaha Indonesia menolak kenaikan harga gas hingga mencapai 55% tersebut, karena dinilai bisa mengakibatkan naiknya biaya produksi sebesar 30%.
Pemerintah Kaji Ulang Harga Gas Industri
Heriyono
heriyono@tambang.co.id
Jakarta-TAMBANG. Pemerintah akan mengkaji ulang harga gas untuk konsumsi industri/pabrik. Hal itu dilakukan setelah adanya penolakan kenaikan harga gas oleh kalangan industri terhadap harga gas yang ditetapkan PT PGN Tbk
Dirjen Migas Kementerian ESDM Evita Herawati Legowo mengatakan, pemerintah menargetkan sebelum akhir Juni polemik harga gas dapat tertuntaskan. “Kami sudah melakukan pembicaraan sekali, tapi akan terus melakukan perbincangan soal itu (kenaikan harga gas),” kata dia, di Jakarta, hari ini.
Evita menjelaskan, meskipun telah dan akan dilakukan pembicaraan secara intensif, namun pihaknya belum bisa memastikan adanya penurunan harga gas untuk industri atau tetap menggunakan harga seperti sekarang.
Sebelumnya, terhitung bulan ini, harga jual gas dari PGN ke konsumen naik menjadi US$ 10 per mmbtu. Asosiasi Pengusaha Indonesia menolak kenaikan harga gas hingga mencapai 55% tersebut, karena dinilai bisa mengakibatkan naiknya biaya produksi sebesar 30%.

(0) komentar
Berita Lain





