*Khusus rubrikasi berlangganan
REGULASI | KLINIK MINERBA E-MAGAZINE | FOKUS TAMBANG Sign in

Warning: getimagesize(news/attachements/balikpapangolfrev.swf) [function.getimagesize]: failed to open stream: No such file or directory in /home/majalaht/public_html/attachments-events.php on line 18

Alternative content

Get Adobe Flash player


Warning: getimagesize(news/attachements/kiss_balilinkrevisi.swf) [function.getimagesize]: failed to open stream: No such file or directory in /home/majalaht/public_html/attachments-events.php on line 18

Alternative content

Get Adobe Flash player

Alternative content

Get Adobe Flash player

TAMBANG, 21 Juni 2012 | 15.14
Infratruktur Hilir Gas Masih Minim

Heriyono
heriyono@tambang.co.id

Jakarta-TAMBANG. Indonesia hingga kini belum siap menyerap seluruh produksi gas yang dihasilkan dari dalam negeri. Hal itu disebabkan masih minimnya infrastruktur hilir gas di Tanah Air.

Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas Kementerian ESDM Edy Hermantoro mengatakan, pihaknya membantah bila sektor hulu gas tidak ingin memasok sebesar-besarnya pasokan gas ke industri.

“Industri hilir belum siap membeli gas. Setiap proyek gas itu baru dimulai produksinya apabila sudah ada pembelinya, tidak seperti minyak tanpa ada pembeli sudah bisa produksi,” kata dia, di sela diskusi bertajuk ‘Renegosiasi Kontrak Gas dan Permasalahannya’, di Jakarta, hari ini.

Edy berpendapat, dia kurang sepakat dengan anggapan bahwa ekspor gas menjadi prioritas. Seperti diketahui, selama ini sebesar 60% produksi gas Indonesia di ekspor, sementara industri dalam negeri kekurangan gas.

Dia menambahkan, saat ini sejumlah sumur pengembangan gas berlokasi di Sulawesi, Papua, dan kawasan Indonesia bagian timur lainnya. Sementara, kebutuhan industry mayoritas berlokasi di Pulau Jawa.

“Karena terkendala infrastuktur, gas yang sudah diproduksi mesti segera dijual, dan pembeli yang paling siap ada di luar negeri. Di satu sisi, negara juga membutuhkan pendapatan makanya untuk sementara gasnya di ekspor,” ujar dia.

icon