*Khusus rubrikasi berlangganan
REGULASI | KLINIK MINERBA E-MAGAZINE | FOKUS TAMBANG Sign in
REGULASI | KLINIK MINERBA E-MAGAZINE | FOKUS TAMBANG Sign in
Warning: getimagesize(news/attachements/4thgolfturnamenrevisi.swf) [function.getimagesize]: failed to open stream: No such file or directory in /home/majalaht/public_html/attachments-events.php on line 18
Warning: getimagesize(news/attachements/kiss_balilinkrevisi.swf) [function.getimagesize]: failed to open stream: No such file or directory in /home/majalaht/public_html/attachments-events.php on line 18
Alternative content

TAMBANG, 28 Juni 2012 | 16.44
KADIN Desak PLN Penuhi Listrik 40 Smelter
M.V. Wirawan
awang@tambang.co.id
Jakarta-TAMBANG. Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia mendesak PT PLN (Persero) untuk bisa memenuhi pasokan listrik sebesar 1.500 megawatt (MW) bagi kebutuhn 40 smelter milik anggota KADIN.
Natsir Mansyur, wakil ketua umum KADIN Bidang Perdagangan, Distribusi, dan Logistik, mengatakan, perlu dibuat tim teknis bersama antara PLN dan KADIN agar bisa lebih baik koordinasi yang bisa dilakukan, karena kebutuhan listrik untuk smelter tiap mineral berbeda-beda.
“Kami meminta PLN bisa menunjang pembangunan smelter milik anggota KADIN dengan pasokan listriknya, dan itu akan dibicarakan secara bussines to bussines (B to B), sehingga kita akan bersikap profesional,” kata dia, di Jakarta, hari ini.
KADIN Desak PLN Penuhi Listrik 40 Smelter

Natsir Mansyur
awang@tambang.co.id
Jakarta-TAMBANG. Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia mendesak PT PLN (Persero) untuk bisa memenuhi pasokan listrik sebesar 1.500 megawatt (MW) bagi kebutuhn 40 smelter milik anggota KADIN.
Natsir Mansyur, wakil ketua umum KADIN Bidang Perdagangan, Distribusi, dan Logistik, mengatakan, perlu dibuat tim teknis bersama antara PLN dan KADIN agar bisa lebih baik koordinasi yang bisa dilakukan, karena kebutuhan listrik untuk smelter tiap mineral berbeda-beda.
“Kami meminta PLN bisa menunjang pembangunan smelter milik anggota KADIN dengan pasokan listriknya, dan itu akan dibicarakan secara bussines to bussines (B to B), sehingga kita akan bersikap profesional,” kata dia, di Jakarta, hari ini.

(0) komentar
Berita Lain





