*Khusus rubrikasi berlangganan
REGULASI | KLINIK MINERBA E-MAGAZINE | FOKUS TAMBANG Sign in

Warning: getimagesize(news/attachements/4thgolfturnamenrevisi.swf) [function.getimagesize]: failed to open stream: No such file or directory in /home/majalaht/public_html/attachments-events.php on line 18

Alternative content

Get Adobe Flash player


Warning: getimagesize(news/attachements/kiss_balilinkrevisi.swf) [function.getimagesize]: failed to open stream: No such file or directory in /home/majalaht/public_html/attachments-events.php on line 18

Alternative content

Get Adobe Flash player

Alternative content

Get Adobe Flash player

TAMBANG, 27 Agustus 2012 | 10.31
Tahun 2012, Proyeksi Investasi Migas Rp 195 Triliun

Subkhan AS
subkhan@tambang.co.id

Jakarta-TAMBANG. Kepala BP Migas, R. Priyono mengatakan investasi di sektor Migas diproyeksikan mencapai USD 20,925 miliar atau sekitar Rp 195 triliun pada tahun 2012 ini.

Dimana, angka tersebut naik signifikan dibanding realisasi investasi tahun 2011 yang hanya USD 13,9 miliar atau sekitar Rp 130 triliun.

Adapun investasi tersebut terdiri dari investasi produksi USD 12,84 miliar, pengembangan USD 4,56 miliar, eksplorasi USD 2,125 miliar, dan administrasi USD 1,4 miliar.

Peningkatan investasi di sektor migas ini, menurut Priyono, disebabkan karena secara makro Indonesia masih menarik sebagai tujuan untuk berinvestasi, hal ini seiring dengan tingginya pertumbuhan ekonomi dan meningkatnya rating keuangan Indonesia.

Lebih lanjut dirinya mengaku, untuk menarik lebih banyak investor, piphaknya telah menjalin komunikasi dengan Kementerian Keuangan terkait insentif fiskal yang diberikan kepada investor.

“Kami sudah komunikasikan dan mereka sudah setuju memberikan insentif,” ungkap Priyono beberapa waktu lalu, di Jakarta.

Priyono berharap, Industri hulu migas nasional juga bisa ikut memanfaatkan kondisi ini, mengingat secara geologis potensi cadangan migas di Indonesia masih cukup menarik.

“BP Migas sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional, selalu memprioritaskan industri dalamnegeri untuk dapat berperan serta dalam usaha hulu Migas,” ucapnya.

Priyono menilai, perkembangan investasi kegiatan hulu Migas di wilayah laut dalam Indonesia Timur, merupakan salah satu peluang dan tantangan bagi industri dalam negeri untuk melakukan transfer teknologi dan mempersiapkan sumber daya manusia.

Mengingat baru sedikit “pemain” di Indonesia Timur.

icon