*Khusus rubrikasi berlangganan
REGULASI | KLINIK MINERBA E-MAGAZINE | FOKUS TAMBANG Sign in
CHIEF EXECUTIVE OFFICER
TAMBANG 25 Februari 2013 | 23.37
Siap Jadi Yang Pertama
[img align=Center]http://tambang.co.id/news/gfx/inline/FEBRUARI 2013/IMG_6576.jpg[/img][b]Nico Kanter[/b]
Presiden Direktur & CEO PT Vale Indonesia, Tbk

[i]Renegosiasi kontrak karya menjadi persoalan penting yang harus segera diselesaikan PT Vale Indonesia. Siap untuk mengurangi luas wilayah. Hubungan pusat dan daerah yang kurang harmonis sering menjadi kendala. Wawancara Presdir Vale Indonesia, Nico Kanter.[/i]

[i]Di dunia migas dan pertambangan, nama Nico Kanter cukup populer. Lebih dari 27 tahun Nico berkecimpung di dunia minyak dan gas. Ia sempat menjadi Country Head BP Indonesia.
Nico -- demikian pria ini biasa disapa -- akhirnya menyeberang ke sektor tambang. Sebuah keputusan yang tidak mudah.
Nico adalah alumni University of Southern California, Amerika Serikat, Jurusan International Business dan Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Pada Oktober 2011, ia menerima tawaran dari Companhia Vale do Rio Doce, perusahaan tambang multinasional dari Brazil, biasa disingkat Vale S.A, sebagai Presiden Direktur dan CEO PT Vale Indonesia,Tbk. Perusahaan ini dulunya dikenal sebagai PT INCO, produsen nikel yang punya markas di Soroako—sebagian lain menyebutnya Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.
Setumpuk pekerjaan rumah harus dibereskan, termasuk yang bersifat nonteknis. Salah satu yang menyita perhatiannya adalah renegosiasi Kontrak Karya PT Vale dengan pemerintah. ”PT Vale ingin menjadi perusahaan tambang pertama yang akhirnya bersepakat dengan Pemerintah Indonesia terkait renegosiasi Kontrak Karya ini sesuai dengan Instruksi Presiden yang kita semua ketahui sudah cukup lama,” ujar Nico saat ditemui Majalah TAMBANG, Desember lalu.
Berikut ini petikan wawancara Majalah TAMBANG dengan Nico Kanter.[/i]

TAMBANG 22 Februari 2010 | 11.33
Martiono Hadianto "Belajar dari Universitas Kehidupan"
Wajahnya masih sedikit pucat saat ditemui Rabu siang, 6 Januari 2010 lalu. ”Kata dokter sih flu, ada infeksi juga. Padahal sekian puluh tahun jadi pegawai pemerintah nggak pernah sakit,” tutur Martiono Hadianto, Presiden Direktur PT Newmont Nusa Tenggara. Obrolan kemudian berlanjut tentang berbagai berita hangat sepanjang 2009. Tak terlewatkan tentang wafatnya mantan Presiden RI ke-4 KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Martiono mengaku mempunyai kenangan tak terlupakan dengan almarhum Gus Dur. ”Gus Dur orangnya terbuka dan fair,” ujarnya.
Tak lama setelah lengser sebagai Presiden, Mantan Ketua Umum PBNU itu secara khusus mengundang Martiono bertemu. Dalam pertemuan yang diselingi berbagai joke segar khas Gus Dur, terungkap alasan pemberhentian Martiono sebagai Direktur Utama Pertamina. Alasan dibalik pergantian itu sebelumnya memang tak pernah terungkap ke publik. “Saya menangkap kesan pemberhentian itu karena tekanan asing,” kata Martiono.
Saat diberhentikan, Martiono tak kecewa. Kelegawaannya itu ternyata menuntunnya menjadi orang penting di Newmont. Bagaimana ceritanya?

TAMBANG 19 Februari 2009 | 19.07
Oentoro Surya; ”Kamus Berjalan” Dunia Pelayaran
Bicaranya tegas, blak-blakan. Tak peduli siapa pun, jika salah akan dikomentarinya. Baginya, kebenaran harus diungkapkan meski pahit. Senin, 19 Januari 2009, di kantornya Wisma BSG, Jalan Abdul Moeis, Jakarta, kepada Majalah TAMBANG Presiden Direktur PT. Arpeni Pratama Ocean Line, Tbk, ini bercerita panjang lebar soal asas cabotage, kedaulatan nasional, hingga kecintaannya kepada kapal dan pelayaran.
TAMBANG 05 Januari 2009 | 22.22
Bob Kamandanu: Ingin Lebih Bermakna Buat Orang Lain
Seperti namanya, Kamandanu, yang bermakna ”kehidupan” kini ia merasa ”Kamandanu”nya lebih bermakna lebih berguna, saat terlibat di industri pertambangan. Hal yang tak pernah diraakan saat bergelut pada bidang-bidang lain. ”Kalau saya bekerja dengan alam kalau saya greedy tidak akan lama. Ini kepercayaan sendiri, bukan hitungan matematis, ”kata pria yang terlihat muda dibandingkan umurnya tersebut. Berikut petikan Wawancara Majalah TAMBANG, bersama ayah 3 anak yang gemar berolahraga ini.
TAMBANG 19 November 2008 | 21.27
Omar S. Anwar; CEO Spesialis Krisis
Saat dipilih sebagai orang nomor satu di Rio Tinto Indonesia beberapa waktu lalu, Dia seperti akan menjadi nahkoda yang melayarkan sebuah kapal di laut yang tenang. Rio Tinto sebagai perusahan tambang tak perlu diragukan lagi reputasinya. Perusahaan tambang asal Inggris itu sudah berusia 120 tahun dan saat komoditi pertambangan sedang mengkilap, tak seorang pun meramalkan sinarnya bakal redup. Eh, siapa sangka datang krisis keuangan menghantam Amerika yang kemudian menjalar kemana-mana.