*Khusus rubrikasi berlangganan
REGULASI | KLINIK MINERBA E-MAGAZINE | FOKUS TAMBANG Sign in
TAMBANG TODAY
TAMBANG 27 Maret 2014 | 15.59
Pertamina EP Temukan Gas 16 MMSCFD di Sumur MTD-7
Jakarta-TAMBANG. Anak usaha PT Pertamina yang bergerak di eksplorasi produksi, PT Pertamina EP mengumumkan penemuan kandungan gas di proyek pengembangan gas Matindok, Sulawesi Tengah. Dari pengeboran sumur Matindok (MTD)-7 dengan kedalaman 1900 meter telah ditemukan kandungan gas sebesar 16 MMSCFD dan kondensat sebesar 175 barel per hari dari lapisan baru batugamping. Temuan gas di lapisan baru ini akan menjadi bantalan dalam pemenuhan komitmen pasokan gas ke DSLNG dan PLN.
TAMBANG 27 Maret 2014 | 15.44
Sektor Tambang Tetap Diunggulkan Produsen Truk
Jakarta TAMBANG. Pelemahan harga batu bara dan pelarangan ekspor mineral mentah, ternyata tak membuat semua pelaku bisnis penunjang pertambangan patah semangat dan berpaling. Salah satu pabrikan truk asal Jepang mengaku tetap menjadikan sektor pertambangan sebagai andalan, dan justru menganggap tahun 2014 ini sebagai tahun yang sangat menjanjikan.
TAMBANG 27 Maret 2014 | 14.15
Selain Pasar, Pengusaha Minta Insentif Untuk Kembangkan Penggunaan CNG
Jakarta-TAMBANG. Himpunan Wiraswasta Migas (Hiswana Migas) tertarik berinvestasi di pengembangan industri Comprassed Natural Gas (CNG). Selain pasar sebagai syaratnya, pemerintah juga harus mau mendukung dengan memberikan insentif agar target pengembangan bisa tercapai.
TAMBANG 27 Maret 2014 | 13.00
Wamen Minta Pertamina Jangan Persulit Izin Pendirian SPBU
Jakarta-TAMBANG. Harga bahan bakar minyak subsidi dan non subsidi yang tidak merata di berbagai daerah disebabkan pola distribusi yang berantakan. Pemda mengeluh pada pusat soal perizinan mendirikan SPBU yang dinilai rumit. Wakil Menteri ESDM turun tangan dan meminta Pertamina untuk membantu mempermudah perihal izin.
TAMBANG 27 Maret 2014 | 08.25
Hilirisasi: Stok Cina Yang Melimpah Berhasil Atasi Pelarangan Ekspor
Tahun lalu, para pengusaha di Cina menimbun konsentrat untuk mengantisipasi pelarangan ekspor mineral mentah oleh pemerintah Indonesia. Sukses. Meski ekspor konsentrat ke Cina menurun drastis, industri di Cina tidak kesulitan bahan baku. Setelah stok menipis, dampak pelarangan ekspor baru terasa.