*Khusus rubrikasi berlangganan
REGULASI | KLINIK MINERBA E-MAGAZINE | FOKUS TAMBANG Sign in
TAMBANG TODAY
TAMBANG 16 April 2014 | 15.49
Pemerintah Proyeksikan Serap 4 Juta Kilo Liter Biodisel
Jakarta-TAMBANG. Proyeksi penyerapan penggunaan biodiesel bagi pemanfaatan sektor transportasi, industri, dan pembangkit listrik pada tahun 2014 ini mencapai 4 juta kilo liter (KL). Target tersebut, sudah sejalan dengan mendatori pemerintah dengan rincian biodiesel untuk sektor transportasi sebesar 10% dan pembangkit listrik mencapai 20%.
TAMBANG 16 April 2014 | 14.57
PLN Ingin Pakai Biodisel Agar Tak Rugi
Jakarta-TAMBANG. Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengalami kerugian besar hingga tak mampu bayar deviden pada pemerintah. Kerugian itu berasal dari nilai tukar rupiah yang melemah. Tak mau mengulangi kesalahan, PLN menargetkan penggunaan bahan bakar nabati (BBN) agar membantu pengurangan impor BBM solar.
TAMBANG 16 April 2014 | 09.39
New Delhi Kota Terpolusi Ketiga di Dunia
Laporan lembaga PBB yang menangani perubahan iklim, IPCC, menyebut India sebagai negara dengan tingkat polusi yang parah. Dari 20 kota di dunia yang polusinya parah, sebanyak 13 kota di antaranya terletak di India. Mahkamah Agung segera mengeluarkan aturan penanganan pembangkit listrik rendah polusi. Ekspor Australia akan terpengaruh.
TAMBANG 16 April 2014 | 09.29
PLN Gunakan Teknologi Marine CNG Untuk Angkut Gas
Jakarta-TAMBANG. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) terus memanfaatkan teknologi Compressed Natural Gas (CNG) untuk memenuhi kebutuhan energi primer pembangkit listrik yang tidak terjangkau fasilitas pipa gas. Sebagai terobosan, PLN menggunakan CNG yang dikirim melalui laut menggunakan CNG Vessel.
TAMBANG 16 April 2014 | 06.56
Perda Pembatasan Ekspor Tidak Langgar Aturan
Jakarta-TAMBANG. Pemerintah provinsi Kalimantan Timur berencana membuat Peraturan Daerah (Perda) yang membahas soal pembatasan ekspor. Pasalnya, Gubernur Awang Faroek yang menggagas itu merasa perlu menjaga cadangan dalam negeri untuk modal membangun kawasan industri di daerah.