*Khusus rubrikasi berlangganan
REGULASI | KLINIK MINERBA E-MAGAZINE | FOKUS TAMBANG Sign in
TAMBANG TODAY
TAMBANG 19 Juni 2014 | 11.25
Mitsubishi Tunggu Kesepakatan Pembiayaan Smelter di Halmahera
Jakarta TAMBANG. Proyek pembangunan smelter nikel Weda Bay di Halmahera kini sedang dalam proses pembahasan kesepakatan pembiayaan (financial closing). Mitsubishi Corporation menganggarkan US$ 5 6 miliar untuk proyek pengolahan mineral tersebut.
TAMBANG 19 Juni 2014 | 10.21
Simposium Konsumen Honeywell Amerika 2014 Hadirkan Beragam Produk Baru
Jakarta-TAMBANG. Ditengah kondisi sektor pertambangan yang sedang lesu ternyata minat konsumen untuk menghadiri pertemuan tahunan konsumen Honeywell Amerika tetap tinggi. Kali ini lebih dari 1.300 pelanggan, distributor dan pemimpin Honeywell serta insinyur menghadiri symposium Honeywell Users Group (HUG) Americas pada 2 sampai 6 Juni di San Antonio, Texas. Dalam kegiatan ini yang dihadiri banyak produsen proses terbesar di dunia dibahas juga membahas bagaimana menerapkan teknologi baru untuk mengatasi tantangan yang dihadapi masing-masing industri dan operasi. Juga ditampilkan berbagai produk IT terbaru yang menunjang operasional konsumen.
TAMBANG 19 Juni 2014 | 07.59
Menghitung Peluang Freeport Pasca 2021
Jakarta-TAMBANG. Lebih dari tiga puluh tahun PT Freeport Indonesia menguasai sumber daya alam tambang di tanah Papua. Masa penguasaan itu hampir habis seiring dengan waktu kadaluarsa kontrak yang akan berakhir pada 2021. Dua tahun sebelum kontrak berakhir Freeport punya hak mengajukan perpanjangan dan punya peluang besar untuk dapat persetujuan. Bagaimana kelanjutan nasibnya?
TAMBANG 18 Juni 2014 | 18.25
Pertamina: Tak Ada Broker Dalam Impor Minyak
Jakarta-TAMBANG. PT Pertamina (Persero) meyakinkan bahwa Indonesia masih harus mengimpor BBM ataupun minyak mentah. Hal itu untuk memenuhi kebutuhan BBM yang rata-rata mencapai 8% per tahun dan menjamin ketersediaan pasokan BBM dan ketahan energi.

TAMBANG 18 Juni 2014 | 17.00
Puluhan Perusahaan Pengangkutan Terancam Determinasi
Jakarta-TAMBANG. Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara tak menampik bila salah satu penyebab kebocoran pendapatan negara dari sektor mineral dan batu bara adalah perdagangan ilegal. IUP Operasi Produksi Khusus Pengangkutan dan Penjualan mengambil peran besar dalam praktek ilegal tersebut.